Tips & Trik

    Cara Lindungi Ketersediaan dan Keamanan Situs E-Commerce

    Lufthi Anggraeni - 26 Desember 2019 13:14 WIB
    Cara Lindungi Ketersediaan dan Keamanan Situs E-Commerce
    Ilustrasi: SME Magz
    Jakarta: Sejalan dengan perkembangan ekonomi digital di Indonesia, industri e-commerce telah berkembang pesat dalam lima tahun terakhir.

    Menurut Kementerian Keuangan RI, pada tahun 2020 pemerintah menargetkan ekonomi digital Indonesia mencapai USD130 miliar. Data sensus 2016 dari Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengungkapkan bahwa industri e-commerce di Indonesia telah tumbuh sekitar 17 persen dalam sepuluh tahun terakhir.

    Industri e-commerce bergantung pada platform digital, terutama situs web agar tetap terhubung dengan pelanggan. Namun, situs rentan terhadap berbagai serangan siber yang dapat menyebabkan downtime atau tak bisa diaksesnya website selama beberapa waktu.

    Tentunya ini dapat mengakibatkan kerugian besar bagi perusahaan kecil maupun besar. Sayangnya, sekitar setengah dari keseluruhan perusahaan Fortune 500 mengalami setidaknya 1,6 jam downtime setiap minggunya. Ini setara dengan sekitar 80 jam downtime per tahun.

    Sementara di Indonesia, masih segar dalam ingatan kita saat tiga situs e-commerce raksasa tumbang secara bersamaan pada bulan Maret 2017. Mencegah downtime itu sangat penting satu jam downtime saja bisa berdampak signifikan terhadap pendapatan bisnis.

    Menurut Forrester Research, biaya per jam atas downtime bagi perusahaan biasa bisa berkisar antara  USD10.000 sampai USD 1 juta, dan dapat berdampak buruk untuk reputasi bisnis.

    Melihat resiko yang begitu tinggi, penyedia internet perlu menerapkan pendekatan 360 derajat terhadap keamanan sepanjang tahun. Berikut adalah beberapa tips untuk memulainya menurut Verisign:

    1. Bersiap untuk yang Terburuk, Rencanakan yang Terbaik
    Untuk memastikan ketersediaan dan keamanan situs web, bersiaplah untuk kemungkinan yang terburuk dengan merencanakan respons saat terjadi eskalasi dan insiden pelanggaran keamanan dengan menguraikan prosedur operasi standar untuk downtime, termasuk membentuk dan melatih tim tanggapan insiden.

    Selalu pantau situs Anda untuk menentukan kesehatan layanan dan identifikasi berbagai anomali dengan cepat dan akurat, serta berikan mekanisme perpindahan sub sistem secara otomatis (failover) ke alamat IP back-up untuk memastikan ketersediaan situs.

    2. Perbaiki Infrastruktur
    Optimalkan skalabilitas dan kinerja infrastruktur dengan manajemen yang dapat menangani peningkatan beban lalu lintas selama liburan dan puncak musim belanja lainnya. Jika skalabilitas dan kinerja infrastruktur tidak optimal, hal itu dapat merusak pendapatan dan reputasi penjualan pada saat yang paling buruk. 

    3. Jangan lupa terhadap DDoS
    Dengan meningkatnya ukuran dan kompleksitas serangan penolakan layanan terdistribusi (Distributed Denial of Service, DDoS), penting bagi Anda untuk mempertimbangkan penggunaan jasa penyedia layanan hulu (upstream service provider) untuk melindungi server Web dan DNS.

    Apabila salah satu di antara keduanya down, perusahaan bisa gulung tikar. Pendekatan berbasis cloud untuk pengelolaan DNS dan perlindungan DDoS memberikan alternatif yang hemat biaya untuk menjaga keberlangsungan operasional situs.

    4. Melaksanakan Praktik Terbaik Keamanan
    Tidak semua situs e-commerce bisa mengembangkan kemampuan intelegensi siber internal. Penyedia layanan intelijen keamanan dapat membantu mengidentifikasi dan memahami berbagai insiden keamanan dan implikasinya

    Jangan meremehkan konsekuensi yang dapat diakibatkan downtime terhadap perusahaan Anda, sebuah kekacauan teknis, sebuah bencana alam, atau hanya sebuah pemadaman listrik dapat membuat bisnis Anda gulung tikar.

    5. Lebih dari sekedar downtime
    Pernah mendengar ‘aturan tiga detik’? Hampir setengah dari pengguna internet mengharapkan sebuah website untuk loading dalam waktu kurang dari dua detik.

    Apabila website tidak loading dalam tiga detik, sekitar 40 perseen dari pengguna internet akan mengabaikannya. Lebih parah lagi, sekitar 80 persen dari pengguna internet tidak akan kembali lagi ke situs tersebut karena mereka pernah mengalami pengalaman buruk dengan kinerjanya. 



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id