Giliran Facebook Kena Dampak Virus Korona

    Lufthi Anggraeni - 17 Februari 2020 12:20 WIB
    Giliran Facebook Kena Dampak Virus Korona
    Facebook mengumumkan pembatalan Global Marketing Summit 2020 akibat kekhawatiran virus korona.
    Jakarta: Facebook membatalkan konferensi pemasaran global mendatang sebagai akibat dari kekhawatiran penyebaran virus korona atau COVID-19. Konferensi ini dijadwalkan terselenggara bulan Maret mendatang.
     
    Konferensi yang akan dihelat di Moscone Center, San Francisco, California ini akan dihadiri oleh sekitar 4.000 peserta. Kepada The Verge, Facebook menyebut bahwa perusahaannya memprioritaskan kesehatan dan keselamatan tim.
     
    Setelah mempertimbangkan secara seksama, Facebook memutuskan untuk membatalkan Global Marketing Summit 2020, atas dasar risiko kesehatan masyarakat yang tengah berkembang, terkait dengan virus korona.
     
    Facebook membatalkan konferensi pemasaran global tahunannya setelah ajang Mobile World Congress (MWC) 2020 juga secara resmi dibatalkan, akibat kekhawatiran terhadap penyebaran virus COVID-19. Sebagai informasi, pembatalan MWC 2020 didorong oleh mundurnya sejumlah vendor termasuk LG, Ericsson, Nvidia, Intel, Vivo, Sony, Amazon, Cisco, Nokia, dan lainnya.
     
    Informasi yang beredar menyebut bahwa virus COVID-19 telah menginfeksi lebih dari 49.000 orang, dan 1.383 orang yang dinyatakan terinfeksi virus ini telah meninggal dunia. Penyebaran ini juga menimbulkan efek pada industri teknologi, termasuk penutupan toko, kekurangan dan penundaan produksi.
     
    Saat ini, virus korona ini tidak menyebar luas di negara lain selain Tiongkok, dan hingga saat ini, World Health Organization (WHO) belum memberikan rekomendasi kepada organisasi atau penyelenggara untuk membatalkan gelaran acara di luar Tiongkok.
     
    Sebelumnya, peluncuran fitur Dating karya Facebook di pasar Eropa, yang seharusnya terjadi pada awal tahun 2020 ini harus mengalami penundaan. Sebelumnya, fitur ini dijadwalkan untuk dirilis di Eropa sebelum tanggal 14 Februari.
     
    Penundaan ini dilaporkan BBC disebabkan oleh inspeksi menit terakhir di kantor pusat Facebook Eropa yang dilakukan oleh Irish Data Protection Commission. Karenanya, Facebook tidak disarankan untuk meluncurkan fitur ini sebelum menerima dokumen perizinan.
     
    Sementara itu, Facebook mengumumkan bahwa Instagram memainkan peran penting dalam menghasilkan pendapatan untuk perusahaannya. Aplikasi ini berkontribusi sebesar USD20 miliar (Rp274,04 triliun) pada penghasilan iklan tahun 2019 lalu.
     
    Menurut laporan berbagai sumber, penghasilan iklan Instagram ini berkontribusi sebesar seperempat dari pendapatan Facebook secara keseluruhan selama tahun 2019. Iklan muncul di Instagram pada fitur Stories, Feed, dan pada tab Explore.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id