Smartphone TikTok tak Masuk Amerika Serikat

    Lufthi Anggraeni - 03 Agustus 2019 09:52 WIB
    Smartphone TikTok tak Masuk Amerika Serikat
    ByteDance, pemilik TikTok, mengonfirmasi dan mengklarifikasi informasi soal smartphone karyanya.
    Jakarta: Startup Tiongkok ByteDance, pemilik aplikasi video singkat TikTok, mengklarifikasi bahwa smartphone karyanya tidak akan meluncur di Amerika Serikat. Klarifikasi ini terkait dengan informasi yang menyebut ByteDance akan memproduksi smartphone.

    Menurut perwakilan ByteDance, sejumlah pihak salah memahami laporan yang beredar pada awal pekan ini terkait rencana TikTok memproduksi smartphone via kerja sama dengan produsen Smartisan.

    The Verge melaporkan pada awal tahun ini, ByteDance mengakuisisi sejumlah paten Smartisan dan memboyong sejumlah pegawai produsen ini untuk memproduksi smartphone.

    ByteDance menyebut laporan pengembangan smartphone merujuk pada kelanjutan rencana sebelumnya, saat mulai bekerja sama dengan Smartisan.

    Perwakilan ByteDance juga menyebut bahwa kedua perusahaan ini terfokus dalam memenuhi kebutuhan basis konsumen Smartisan di Tiongkok. Laporan lain menyebut bahwa ponsel yang menjadi bahan perbincangan ini tidak terkait dengan TikTok.

    Bernilai USD75 miliar (Rp1.067,3 triliun), ByteDance menjadi startup dengan valuasi tertinggi di dunia. Selain TikTok yang telah beroperasi sebagai Douyin selama beberapa tahun terakhir di Tiongkok, ByteDance juga merupakan pemilik dari agregator berita Toutiao.

    Saat ini, ByteDance tengah mengembangkan layanan streaming musik dan baru saja merilis aplikasi pesan instan bertajuk Flipchat. Aplikasi tersebut saat ini hanya tersedia untuk pengguna di wilayah Tiongkok.

    Membeli aset dari Smartisan tidak akan menjadikan ByteDance sebagai produsen dengan skala seperti Huawei atau Xiaomi. Namun, perkembangan ponsel dengan merek ByteDance menjadi salah satu hal menarik untuk diamati.

    TikTok merupakan salah satu aplikasi yang tengah populer di kalangan generasi muda atau dikenal dengan sebutan Gen Z. Hal ini turut menciptakan peluang pemanfaatan aplikasi ini sebagai medium pemasaran.

    Mengetahui hal tersebut, TikTok memberikan insight terkait pemasaran konten relevan dengan generasi muda atau Gen Z, termasuk konten berdurasi singkat yang saat ini menjadi primadona di kalangan Gen Z.

    Selain itu, Gen Z juga disebut TikTok sebagai pemirsa aktif serta lebih mementingkan keaslian dari konten promosi, tanpa memikirkan nama besar yang membintangi konten promosi. Umumnya, Gen Z juga lebih mudah tertarik pada konten yang dihasilkan oleh pengguna media sosial atau internet pada umumnya.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id