Jika Tiongkok Blokir iPhone, Laba Apple Bisa Turun 30%

    Ellavie Ichlasa Amalia - 25 Mei 2019 21:06 WIB
    Jika Tiongkok Blokir iPhone, Laba Apple Bisa Turun 30%
    Laba Apple bisa turun jika Tiongkok blokir iPhone. (AFP PHOTO / Emmanuel DUNAND)
    Jakarta: Laba Apple akan turun hampir 30 persen jika Tiongkok menetapkan pemblokiran dari seluruh produk perusahaan itu, menurut Goldman Sachs. Tiga puluh persen dari total laba Apple per tahun mencapai USD15 miliar. 

    Menurut analis Goldman Sachs, Rod Hall, Tiongkok berkontribusi 17 persen pada total pendapatan Apple.
    Namun, negara Tirai Bambu itu berkontribusi 29 persen pada total laba perusahaan karena besarnya margin untung yang didapat Apple. Mengingat beragam produk yang dijual di Tiongkok, Goldman memperkirakan Apple mendapatkan 45 persen margin laba. 

    Laporan ini muncul di tengah menegangnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Sebelum ini, Presiden AS Donald Trump meningkatkan tarif impor Tiongkok setelah diskusi di antara kedua negara berujung dengan kegagalan.

    Selain itu, Trump menyebutkan bahwa ada potensi nilai tarif akan naik lagi jika keduanya tidak bisa mencapai kata mufakat. 

    Minggu ini, Trump juga menetapkan peraturan yang akan mencegah perusahaan telekomunikasi Tiongkok, Huawei untuk menggunakan teknologi buatan perusahaan AS, seperti Google dan Qualcomm.

    Ini menyebabkan penurunaan harga saham di berbagai perusahaan. Namun, nilai saham kemudian menjadi lebih stabil setelah pemblokiran total ditunda. 

    Ada kemungkinan, pemerintah Tiongkok akan balas menyerang perusahaan AS, yang mungkin akan membuat pasar menjadi semakin kacau, menurut laporan Business Insider. 

    "Para investor telah menanyai kami tentang keadaan finansial Apple terkait Tiongkok, mengingat ada kemungkinan produk Apple di sana akan diblokir sebagai balasan atas keputusan pemerintah AS untuk memaksa Huawei mendapatkan lisensi dari pemerintah untuk menggunakan teknologi AS," kata Hall. 

    Selain masalah hubungan yang tegang antara AS dan Tiongkok, Apple juga mengalami masalah di Tiongkok.

    Permintaan akan produknya turun karena semakin ketatnya persaingan dari perusahaan pembuat smartphone lokal, seperti Huawei dan Xiaomi, yang bisa menawarkan ponsel dengan harga lebih murah. 

    Pada Januari, Apple mengeluarkan peringatan akan penurunan penjualan. Ini pertama kali mereka lakukan dalam lebih dari 10 tahun. Alasan mereka adalah turunnya penjualan iPhone di Tiongkok. 

    Dalam laporannya, Hall juga menyebutkan ada risiko lain yang harus dihadapi Apple jika hubungan antara AS dan Tiongkok terus menegang. Salah satu ancaman yang ada adalah pada pabrik Apple yang ada di Tiongkok. 

    "Jika Tiongkok membatasi produksi iPhone, kami rasa, Apple tidak akan bisa memproduksi iPhone dalam volume yang diperlukan di luar Tiongkok dalam waktu dekat," kata Hall.

    "Walau membuat Apple memproduksi iPhone di luar Tiongkok bisa menyebabkan masalah pada ekosistem teknologi Tiongkok dan juga total pekerjaan yang tersedia di negara itu."



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id