Kena Denda, Nilai Saham Facebook Justru Naik

    Ellavie Ichlasa Amalia - 13 Juli 2019 14:55 WIB
    Kena Denda, Nilai Saham Facebook Justru Naik
    Facebok tak melihat denda FTC sebagai masalah. (AFP PHOTO / LOIC VENANCE)
    Jakarta: Federal Trade Commission (FTC) yang telah menyelidiki Facebook terkait skandal Cambridge Analytica telah memutuskan untuk memberikan denda sebesar USD5 miliar pada perusahaan media sosial itu. 

    Denda ini merupakan denda terbesar yang pernah dikenakan oleh FTC pada perusahaan teknologi, menurut laporan Wall Street Journal dan Washington Post. Menariknya, meskipun setelah dikenakan denda, saham Facebook justru naik. 

    Sejak awal, Facebook sudah sadar bahwa mereka akan terkena denda besar. Mereka memperkirakan, mereka harus membayar sekitar USD3 miliar sampai USD5 miliar. Jika dibandingkan dengan denda sebesar USD22 juta yang FTC kenakan pada Google pada 2012, denda pada Facebook memang terdengar jauh lebih besar. 

    Namun, Facebook tidak memiliki masalah dalam membayar denda itu. Pada kuartal lalu, pendapatan Facebook mencapai USD15 miliar. Sementara pada tahun lalu, keuntungan yang Facebook dapatkan mencapai USD22 miliar. 

    Denda terbesar yang dikenakan oleh FTC pada Facebook tidak lebih dari pendapatan Facebook dalam sebulan. Perusahaan media sosial itu bahkan dapat meyakinkan para investor bahwa ini bukanlah masalah karena harga saham mereka justru naik, lapor The Verge

    Dalam skandal Cambridge Analytica, sebanyak 87 juta data pengguna disalahgunakan tanpa izin pengguna. Data itu dikumpulkan melalui aplikasi kuis pada Facebook, yang kemudian digunakan oleh konsultan politik, Cambridge Analytica, untuk menampilkan iklan politik pada orang-orang yang tepat. 

    Selain denda, FTC juga meminta Facebook untuk memperketat peraturan mereka terkait data. Sayangnya, masih belum ada informasi yang jelas tentang hal itu, lapor Gizmodo.

    Disebutkan, pengetatan peraturan ini tidak akan menghalangi Facebook dari mengumpulkan dan membagikan data pengguna kepada pihak ketiga. 

    Salah satu senator Amerika Serikat menganggap keputusan FTC ini sebagai kegagalan untuk memaksa perusahaan teknologi bertanggung jawab atas pelanggaran privasi yang mereka lakukan. 



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id