3 Operator Telekomunikasi Ikut Lelang Ulang Frekuensi 2,3GHz

    Mohammad Mamduh - 16 April 2021 13:01 WIB
    3 Operator Telekomunikasi Ikut Lelang Ulang Frekuensi 2,3GHz
    Foto: ANTARA/Basri Marzuki



    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan para operator telekomunikasi telah melakukan pendaftaran sebagai untuk mengikuti Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2021.

    Lebih spesifik, Telkomsel, Indosat, Smartfren Telecom, Hutchinson 3, dan XL Axiata disebut telah mengambil Dokumen Seleksi pada Rabu, 17 Maret 2021 secara berurutan. 






    Selanjutnya pada hari Rabu, 14 April 2021, dari kelima operator ini, ada tiga yang menyerahkan Dokumen Permohonan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler Tahun 2021.

    Ketiga operator ini adalah Telkomsel, XL Axiata, dan Smartfren Telecom. Pada hari yang sama, Tim Seleksi telah memeriksa kelengkapan dokumen permohonan, yang dihadiri oleh perwakilan dari operator sebagai saksi. 

    "Sesuai ketentuan dalam dokumen Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3GHz untuk keperluan penyelenggaraan jaringan bergerak seluler tahun 2021, peserta seleksi yang lulus tahap evaluasi administrasi akan mengikuti tahap selanjutnya yakni tahap lelang harga," ungkap Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya.

    Proses seleksi peserta ini merupakan lanjutan dari lelang ulang penggunaan frekuensi 2,3GHz untuk jaringan seluler.

    Seperti yang sudah diketahui, pemerintah sudah menggelar lelang pita frekuensi 2,3GHz di rentang 2.360-2.390MHz pada tahun 2020 lalu. Salah satu manfaat dari frekuensi ini adalah peluang operator dalam menyediakan dan menerapkan jaringan 5G.

    Hasil lelang tersebut kemudian dibatalkan. Menteri Kominfo Johnny G. Plate menyebut keputusan diambil untuk menyelaraskan proses seleksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    Menurutnya, lelang ulang ini semata-mata karena faktor administratif. "Untuk memperhatikan optimalisasi dan maksimalisasi penerimaan negara," ungkap Johnny.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id