Kesetaraan Gender Dinilai Penting dalam Keamanan Siber

    Lufthi Anggraeni - 30 April 2021 14:17 WIB
    Kesetaraan Gender Dinilai Penting dalam Keamanan Siber
    Webinar Indonesia Women in Cybersecurity



    Jakarta: Komputasi awan atau cloud kini kian diandalkan dalam mendukung pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) beserta dengan inovasi-inovasinya yang mampu memberdayakan semua kalangan, termasuk perempuan.

    Demikian disampaikan oleh Yenty Joman, Director Government Affairs Huawei Indonesia ketika berbicara di acara peluncuran Indonesia Women in Cybersecurity yang digelar secara daring. 
     
    Yenty mengemukakan bahwa teknologi digital tersebut hendaknya dimaksimalkan secerdas mungkin agar mampu menghadirkan manfaat dan mereduksi potensi ancaman siber seoptimal mungkin.
     
    “Huawei mendorong kesetaraan jender di bidang teknologi, kemandirian perempuan, meningkatkan peran perempuan, serta memastikan perempuan-perempuan terlibat sebagai aktor utama dalam revolusi teknologi, melalui solusi-solusi TIK yang Huawei kembangkan,” ujar Yenty.






    “Penting bagi kami untuk terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, BSSN, industri, dunia pendidikan, serta komunitas dalam meningkatkan literasi keamanan siber di kalangan perempuan. Kami ingin perempuan Indonesia makin berdaya berkat optimalisasi pemanfaatan inovasi digital berbasis cloud secara cerdas dan aman.”
     
    Yenty melihat perlunya perempuan memiliki kesadaran tinggi terhadap perilakuperilaku yang aman dan sekaligus rentan terhadap ancaman siber. “Menjaga kerahasiaan password, serta tidak sembarang meng-klik link-link yang tersebar lewat aplikasi, email, atau web,” tegasnya.   
     
    Menurutnya perlu diupayakan cyber-hygiene, yaitu perilaku yang selalu waspada dan tidak sembarang mengakses konten-konten dari sumber yang tidak terpercaya, hingga selalu menjaga kerahasiaan nomor-nomor pribadi yang penting. 
     
    Sementara itu, Letnan Jenderal TNI (Purn) Hinsa Siburian, Ketua Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam sambutannya menyebutkan bahwa dunia siber tidak saja rentan kejahatan terhadap perempuan, tetapi juga bagi negara Republik Indonesia yang terjadi dalam berbagai bentuk, termasuk kejahatan pencurian data yang merupakan jenis kekayaan baru bangsa serta dinilai lebih berharga dari minyak.
     
    Hinsa mengatakan, bangsa Indonesia harus siap siaga menghadapi ancaman kejahatan siber termasuk kejahatan penyalahgunaan data.  “Dalam bidang pertahanan keamanan, kita juga harus tanggap dan siap menghadapi perang siber. Hal ini sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo yang menjadi pedoman bagi Badan Siber dan Sandi Negara dalam melaksanakan tugasnya.”
     
    ”Tujuan IWCS adalah mendorong perempuan dan anak perempuan untuk bisa berperan dalam membangun keamanan siber di Indonesia. IWCS memberikan awareness, education, dan empowerment kepada perempuanperempuan di Indonesia di bidang keamanan siber,” kata Lenny Nurhayanti Rosalin, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id