comscore

Menkominfo: Perpindahan Televisi Analog ke Digital Keniscayaan

Rosa Anggreati - 29 November 2021 19:04 WIB
Menkominfo: Perpindahan Televisi Analog ke Digital Keniscayaan
Menkominfo Johnny G Plate (Foto:Dok.Metro TV)
Jakarta: Perpindahan televisi analog ke digital merupakan keniscayaan dan tak bisa ditolak. Pemerintah juga akan memastikan pemilik televisi komunitas dan lokal turut bermigrasi ke digitalisasi.

Migrasi penyiaran dari televisi analog ke digital melalui analog switch off paling lambat 2 November 2022. Hal itu merujuk pada amanat Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
"Perpindahan televisi analog ke digital merupakan keniscayaan. Analog switch off paling lambat dilakukan pada 2 November 2022. Tahapan pertama, yaitu dari segi kesiapan teknis sudah siap," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate pada acara  Economic Challanges Metro TV.

Pemerintah memastikan pemilik televisi komunitas dan lokal turut bermigrasi ke digital. Kanal yang digunakan oleh televisi komunitas dan lokal akan bersumber dari TVRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), dan 50 persen kanal dari Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang ada di pemerintah.
 
CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyatakan digitalisasi akan membuat orang lebih terpaku pada konten yang disuguhkan tanpa melihat siapa yang memproduksi. 

"Konten ini yang akan dicari. Orang tidak akan lagi melihat ini Metro TV, orang akan melihat programnya. Nah, seberapa serius nanti kita membuat regulasi untuk memproteksi konten ini,” ujar Mirdal.

Menkominfo: Perpindahan Televisi Analog ke Digital Keniscayaan

Metro TV sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkan diri menyambut kehadiran televisi digital. Sejak 2016, Metro TV sudah merombak total infrastruktur, semua perangkat telah beralih ke digital. 

"Tapi begitu masuk ke rumah-rumah, turun menjadi analog lagi," ucap Mirdal.

Tak hanya itu, Mirdal mengingatkan bahwa ketika analog switch off diberlakukan, maka pola baru dalam berbisnis televisi dimulai.

"Pola baru dalam berbisnis televisi segera dimulai, konten akan menjadi yang utama. Bahkan, kita nanti tidak lagi menyebut 'televisi,' tapi channel," kata Mirdal.

Sementara, pengamat media Ignatius Haryanto mengatakan industri penyiaran akan menghadapi tantangan baru dalam era televisi digital. Industri akan ditantang melahirkan banyak konten dan program untuk disuguhkan kepada khalayak.
 
“Dengan program kanal yang lebih banyak, otomatis konten juga dibuat lebih banyak karena sekarang kita berhadapan dengan situasi digital. Di tempat lain sudah muncul banyak content creator. Bagaimana kreativitas pelaku industri ini berhadapan dengan content creator lain menjadi penting,” tutur Ignatius.

Menkominfo: Perpindahan Televisi Analog ke Digital Keniscayaan

Ketua Komisi I DPR RI Meutya Hafid mendorong agar analog switch off tak ditunda lagi. Sebab, sudah sejak lama pembahasan tersebut dilakukan.

"Kita sudah terlambat jauh. Hal ini sudah menjadi pembahasan panjang di DPR dari periode lalu. Kita harapkan sudah migrasi," kata Meutya.

(ROS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id