comscore

NVIDIA Ingin Mempermudah Pelatihan AI dan Pengembangan Robotik di Masa Depan

Cahyandaru Kuncorojati - 26 Mei 2022 11:24 WIB
NVIDIA Ingin Mempermudah Pelatihan AI dan Pengembangan Robotik di Masa Depan
NVIDIA Isaac Sim.
Jakarta: Dalam sesi robotik keynote speech NVIDIA di Computex 2022, Vice President of Embedded & Edge Computing NVIDIA yaitu Deepu Tala menjelaskan bahwa kemampuan komputasi AI akan ikut mendorong perkembangan robotik yang lebih pintar dalam pengambilan keputusan.

Permintaan atas hal ini di berbagai sektor juga sangat besar sehingga membuka peluang bagi pasar dan layanan baru.
“NVIDIA menyediakan solusi bernama NVIDIA Isaac sebagai platform robotik yang menjawab empat tantangan atau fondasi. Pertama, menciptakan dan melatih model AI yang selama ini prosesnya sulit dan memakan waktu menjadi mudah sekaligus cepat,” ujarnya.

“Kedua yaitu menyediakan simulasi operasional robot di dunia virtual sebelumnya menghadirkan ke dunia nyata sehingga menawarkan pengalaman yang lebih aman, murah, dan cepat. Ketiga, menyediakan tool untuk mencetak dan menciptakan robot. Terakhir adalah mengelola operasional ke depannya,” jelas Tala.

Melatih model AI membutuhkan banyak data, berbekal synthetic data generation bisa diciptakan beragam dataset untuk pelatihan. Kemampuan menyatukan dataset pelatihan yang nyata dengan synthetic data bisa meningkatkan akurasi dan mengurangi waktu proses pembuatan model AI.

Di NVIDIA Omniverse tersedia Isaac Replicator untuk Synthetic Data Generation dalam aplikasi robotik. NVIDIA pre-trained model mempercepat proses pembuatan model AI. Selanjutnya NVIDIA Tao Toolkit yang merupakan akronim dari Train, Adapt, Optimize menyediakan opsi untuk menggunakan NVIDIA pre-trained atau model AI yang diciptakan sendiri.

NVIDIA menyediakan kemampuan simulasi virtual untuk ribuan robotik secara paralel yang aman, murah, dan cepat. Hal ini bisa ditemukan pada NVIDIA Omniverse termasuk untuk menciptakan Digital Twins.

NVIDIA juga memperkenalkan Isaac Sim yang mampu mengimpor semua modul AI termasuk sensor yang dimiliki diuji secara virtual. Semua yang terjadi di proses simulasi akan semirip mungkin dengan yang ada di dunia nyata.

“Hari ini kami mengumumkan Isaac Sim 2022.1 yang memperkenalkan fitur baru untuk simulasi robotik dan AI di dalamnya. Di sini diperkenalkan kemudahan untuk memprogram co-bots, seperti robot lengan besar yang saya sebutkan sebelumnya. Di sini juga ada Isaac Gym yang memungkinkan pembelajaran untuk pelatihan kendali robot dalam beberapa menit saja,” tutur Tala.

Tala juga menyebut sektor Autonomous Mobile Robot (AMR) bertumbuh sangat cepat seiring perkembangan ecommerce, supply chain, dan kurangnya tenaga kerja. Namun hal ini juga ikut diimplementasikan ke berbagai sektor. Tantangannya adalah AMR beroperasional di lingkungan yang tidak terstruktur meskipun bergerak sangat lambat.

“Kami menciptakan Nova Orin untuk mengakselerasi pengembangan AMR. Di dalamnya ada dua NVIDIA Jetson AGX Orin dan sejumlah sensor yang didalamnya ditanamkan software stack yang dibutuhkan oleh setiap sektor yang berbeda,” ucap Tala.

Satu lagi, diperkenalkan juga NVIDIA Drive Hyperion yang merupakan arsitektur komputasi serta beragam sensor untuk kemampuan kendaraan otonom alias swakemudi. Di sini disediakan platform terintegrasi untuk semua kemampuan yang dibutuhkan. Namun hal ini terbuka untuk semua industri dalam mengembangkan kendaraan otonom sendiri sesuai kebutuhan.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id