Pegawai PBB Dilarang Gunakan WhatsApp

    Cahyandaru Kuncorojati - 24 Januari 2020 15:15 WIB
    Pegawai PBB Dilarang Gunakan WhatsApp
    Aplikasi WhatsApp. (Getty Images)
    Jakarta: Aplikasi percakapan WhatsApp menjadi sorotan terkait celah keamanannya beberapa hari belakangan. Penyelidik dari PBB meyakini Kerajaan Arab Saudi sengaja meretas smartphone milik bos sekaligus pendiri Amazon, Jeff Bezos.

    Bahkan kedua penyelidik PBB yang ditunjuk, Agnès Callamard and David Kaye, menyerukan agar setiap individu di World Economic Forum (WEF) 2020 yang berlangsung di Davos, Swiss, berhati-hati apabila bertukar kontak dengan anggota dari Kerajaan Arab Saudi.

    Dikutip dari Daily Mail, ternyata pihak PBB sudah membuat larangan pegawainya berkomunikasi menggunakan aplikasi WhatsApp. Alasannya tidak lain adalah keamanan dari aplikasi tersebut yang selama ini diklaim memiliki enkripsi di bagian pengirim dan penerima pesan.

    "Karena aplikasi ini tidak mendukung mekanisme yang aman," ungkap juru bicara PBB usai memberikan informasi mengenai hasil penyelidikan kasus peretasan oleh Kerajaan Arab Saudi ke ponsel Jeff Bezos. Menariknya peraturan tersebut sudah diterapkan PBB di internalnya sejak tahun lalu.

    PBB sudah mengimbau setiap pegawainya untuk menghindari berkomunikasi via WhatsApp sejak bulan Juni 2019. Aksi peretasan ponsel Jeff Bezos berdasarkan penelusuran PBB terjadi sejak tahun 2018. Artinya, PBB sudah lebih dulu menyadari bahaya celah keamanan di WhatsApp.

    Juru bicara PBB, Farhan Haq mengatakan bahwa petinggi mereka seperti Sekjen PBB , Antonio Guterres juga sudah dilarang berkomunikasi dengan tokoh penting maupun pemimpin negara menggunakan WhatsApp.

    Merespons kabar ini, Director of Communications WhatsApp, Carl Woog menyatakan bahwa mereka telah menyediakan platform yang aman untuk lebih dari 1,5 miliar pengguna.

    "Setiap pesan pribadi dilindungi oleh enkripsi end-to-end untuk mencegah pihak lain mengintip percakapan di WhatsApp. Teknologi enkripsi yang kami kembangkan bersama perusahaan Signal dinilai sangat aman oleh banyak ahli keamanan," tuturnya.

    Kemarin PBB menyatakan turun tangan langsung melakukan investigasi. PBB sangat mendukung pemerintah Amerika Serikat melakukan bantuan investigasi mendalam atas kasus yang menimpa Bezos.

    Dari berbagai sumber, campur tangan PBB dalam kasus ini karena melihat bahwa peretasan yang diduga dilakukan anggota Kerajaan Arab Saudi menargetkan tokoh politik atau tokoh penting. 

    Hal tersebut berkaitan dengan posisi Bezos sebagai pemilik media The Washington Post. Media tersebut dikabarkan berbagai sumber sangat agresif dalam memberitakan kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang ada campur tangan keluarga Kerajaan Arab Saudi.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id