Christina Koch, Astronaut NASA Perempuan Terlama di Ruang Angkasa

    Lufthi Anggraeni - 08 Februari 2020 16:55 WIB
    Christina Koch, Astronaut NASA Perempuan Terlama di Ruang Angkasa
    Christina Koch, astronaut perempuan pertama dengan durasi tinggal di ISS terlama. (foto: NASA)
    Jakarta: Astronaut NASA Christina Koch menjadi astronaut perempuan pertama yang menyelesaikan penerbangan ruang angkasa dengan durasi waktu terlama. Pesawat ruang angkasa yang membawa Koch mendarat di lapangan berumput Kazakhstan pada pukul 09:12 GMT.
     
    Secara keseluruhan, Koch menghabiskan waktu selama 328 hari di International Space Station (ISS), melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh astronaut asal Amerika Serikat Peggy Whitson. Durasi Koch hanya 12 hari lebih sedikit dari rekor tertinggi yang dicetak oleh Scott Kelly.
     
    Mengutip BBC, Kelly menetap di ISS dari tahun 2015 hingga tahun 2016, sedangkan Whitson mencatatkan rekor pada tanggal 28 Desember 2019 lalu, selama 289 hari. Kembalinya Koch ke Bumi menorehkan rekor baru yang harus dikalahkan penjelajah ruang angkasa di masa mendatang.
     
    Sementara itu, Whitson masih memegang rekor untuk durasi waktu yang dihabiskan perempuan, yang diperoleh selama tiga penerbangan luar angkasa dari 2002-2017. Selama misinya, Koch menyelesaikan 5.248 orbit di Bumi dan menjelajah sejauh 223 juta KM, setara dengan 291 putaran dari Bulan ke Bumi.
     
    Koch kembali ke Soyuz, pesawat ruang angkasa Rusia yang ditumpanginya, dengan dua anggota kru lain, astronaut Italian European Space Agency Luca Parmitano dan kosmonot Rusia Aleksandr Skvortsov. Mereka mendarat di dekat Dzhezkazgan, pusat Kazakhstan.
     
    Selain itu, Koch terlibat dalam pencapaian perjalanan ruang angkasa lain selama menetap di ISS dengan durasi hampir 11 bulan. Pada tanggal 18 Oktober 2019 lalu, Koch melakukan perjalanan ruang angkasa dengan kru seluruhnya perempuan, bersama rekannya, Jessica Meir.
     
    Keduanya menghabiskan waktu selama tujuh jam di luar ISS, menjalankan tugas untuk mengganti unit kendali daya yang rusak. Koch sebelumnya menyebut bahwa pesawat ruang angkasanya akan membantu agensi ruang angkasa Amerika Serikat untuk memahami efek perjalanan jangka panjang.
     
    Sebab, NASA bertujuan untuk mengirimkan kembali astronaut ke Bulan pada tahun 2024 mendatang. Koch, beserta anggota aktif dari perusahaan astronaut lainnya. Merupakan kandidat potensial untuk misi pertama kembali ke Bulan tersebut.
     
    Selama menetap di ISS, Koch mengaku bereksperimen dengan protein sebagai bagian dari proyek yang dapat memiliki implikasi untuk penyembuhan kanker. Namun Koch juga menyebut menjalani waktu santai, dengan menghabiskan malam bersama kru lain sambil bernyanyi.
     
    Koch meluncur ke ISS pada tanggal 14 Maret 2019 lalu, dan seharusnya dijadwalkan meninggalkan ISS setelah menetap selama enam bulan. Namun masa menetapnya harus diperpanjang pada April 2019 akibat permasalahan penjadwalan penerbangan.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id