Operator Global Susun Rencana Soal Larangan Dagang Huawei

    Lufthi Anggraeni - 18 Februari 2020 15:05 WIB
    Operator Global Susun Rencana Soal Larangan Dagang Huawei
    Operator seluler di negara pemblokir Huawei tengah menyusun rencana terkait pembangunan 5G.
    Jakarta: Dalam kondisi perang dagang yang berlangsung antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang melibatkan Huawei, Inggris memutuskan untuk mengizinkan peralatan jaringan Huawei digunakan pada pengembangan jaringan 5G di negaranya.
     
    Peralatan Huawei tidak diizinkan untuk digunakan di sekitar area sensitif. Sejumlah anggota pemerintahan tengah mempertimbangkan menyoal pemberian izin penggunaan perangkat Huawei untuk jaringan 5G di negara mereka, operator seluler menyebut mereka yang merasakan tekanan dari pilihan tersebut.
     
    Di Amerika Serikat (AS), Huawei disebut sebagai ancaman keamanan nasional akibat hubungan eratnya dengan pemerintah Tiongkok. Dalam hukum Tiongkok, pemerintah dapat menuntut Huawei untuk menghimpun informasi dari pelanggan via pintu belakang dan mengirimkannya ke Beijing.
     
    Huawei telah membantah tuduhan ini berulang kali, namun pada pekan lalu, AS mengklaim pihaknya memiliki bukti bahwa raksasa teknologi ini menggunakan peralatan jaringannya untuk aktivitas mata-mata. Klaim ini ditanggapi Huawei sebagai klaim mengada-ada.
     
    Sementara itu, operator seluler yang terdampak oleh tuduhan tindak mata-mata Huawei dilaporkan tidak memiliki alternatif. Sebagai informasi, Huawei merupakan pemasok peralatan jaringan terbesar di dunia, diikuti oleh Nokia dan Ericsson di posisi kedua dan ketiga.
     
    Teknologi yang ditawarkan oleh Nokia dan Ericsson dinilai satu hingga satu setengah tahun tertinggal jika dibandingkan dengan Huawei. Selain itu, manufaktur Tiongkok ini juga dapat menawarkan pelanggan keuntungan secara finansial dengan lebih baik karena hubungan baiknya dengan baik negara di Tiongkok.
     
    Komponen yang diproduksi perusahaan seperti Huawei, Nokia dan Ericsson tidak dapat saling ditukar atau diganti. Hal ini berarti operator seluler di negara lokasi peralatan Huawei diblokir akan menghadapi masalah dalam membangun jaringan 5G mereka.
     
    Penyedia jaringan nirkabel juga dilaporkan tengah mengembangkan jaringan lebih terstandarisasi, memungkinkan mereka untuk menggunakan komponen yang dibeli dari sejumlah sumber. Dua aliansi akan bekerja sama untuk menyelesaikan jaringan tersebut.
     
    Aliansi yang terdiri dari induk perusahaan T-Mobile, Deutsche Telekom, dan induk AT&T, O-RAN, akan bekerja sama dengan Telecom Infra Project (TIP) yang digagas oleh Facebook. Inisiatif ini dijadwalkan untuk diresmikan selama ajang Mobile World Congress (MWC) 2020 di Barcelona, Spanyol.
     
    Acara tersebut telah dibatalkan akibat penyebaran virus COVID-19, sehingga peresmian inisiatif ini diperkirakan akan dilangsungkan pada minggu ini. Deutsche Telekom mengundang lebih banyak pemain dengan ide baru untuk menjadikan jaringan semakin kuat dan lebih aman.
     
    Rencana ini juga akan memberikan operator kendali lebih baik menyoal negosiasi. Apabila peralatan seperti antenna, saklar, dan alat lain dapat berkomunikasi satu sama lain dan tidak terbatas oleh manufaktur, operator nirkabel akan dapat membeli alat dari pemasok manapun, terlepas dari perusahaan yang digunakan sebelumnya.
     
    Inisiatif O-RAN/TIP mungkin tidak membantu negara dalam memutuskan soal tuduhan Huawei sebagai ancaman keamanan. Inisiatif ini diklaim dapat membantu operator seluler di negara terkait dalam membangun jaringan 5G tanpa atau dengan keterlibatan Huawei.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id