Verizon Ingin Diskusi Ulang Soal Akuisisi Yahoo

    Ellavie Ichlasa Amalia - 16 Desember 2016 12:56 WIB
    Verizon Ingin Diskusi Ulang Soal Akuisisi Yahoo
    Ilustrasi kebocoran data Yahoo. (REUTERS/Dado Ruvic)
    medcom.id: Yahoo kembali diselidiki oleh penyelidik federal dan regulator pada hari Kami setelah mengakui terjadinya pencurian data lebih dari 1 miliar pengguna yang merupakan pencurian data terbesar dalam sejarah.

    Hal ini mendorong Verizon, operator asal Amerika Serikat yang hendak membeli bisnis internet Yahoo, untuk meminta agar perjanjian akuisisi Yahoo dinegoisasikan kembali. Selain itu, harga saham Yahoo juga jatuh lebih dari 6 persen setelah mereka mengumumkan bahwa data dari lebih dari 1 miliar penggunanya telah dicuri pada peretasan besar-besaran yang terjadi pada bulan September lalu.

    Verizon, yang ingin membeli bisnis internet Yahoo pada bulan Juli seharga USD4.8 miliar, kini berusaha untuk meyakinkan Yahoo untuk mengubah syarat-syarat perjanjian tersebut karena adanya efek ekonomi yang ditimbulkan 2 peretasan yang terjadi pada Yahoo, menurut orang-orang yang tahu tentang hal ini.

    Reuters melaporkan, orang yang familiar dengan masalah ini menyebutkan, Verizon masih akan terus melanjutkan perjanjian akuisisi ini, tapi mereka sedang mencari "kelonggaran" karena peretasan terbaru yang terjadi pada Yahoo.

    Saat ditanya mengenai hal ini, juru bicara Yahoo berkata, "Kami yakin dengan nilai Yahoo dan kami akan terus bekerja untuk melakukan integrasi dengan Verizon."

    Pada bulan Oktober, Verizon telah berkata bahwa mereka akan meninjau perjanjian ini kembali setelah Yahoo diketahui telah diretas. Pada hari Rabu lalu, mereka berkata, mereka akan "meninjau dampak yang ditimbulkan oleh informasi baru ini sebelum mengambil keputusan akhir" tentang apakah mereka akan meneruskan perjanjian akuisisi ini atau tidak. 

    Verizon mengancam akan membawa masalah ini ke pengadilan jika Yahoo tidak menolak untuk melakukan negoisasi ulang akan perjanjian akuisisi karena merasa ada efek buruk yang nyata, kata orang yang tahu masalah ini, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena diskusi ini bersifat rahasia.

    Namun, tidak ada pengadilan Delaware, tempat Yahoo membentuk badan hukum, yang menyebutkan perjanjian merger dapat dibatalkan karena adanya efek negatif material. Meskipun begitu, ancaman pengadilan seperti ini biasanya sudah cukup untuk membuat perjanjian kembali dinegoisasikan.

    Para ahli juga berkata, kemungkinan, Yahoo memang akan kembali membahas tentang perjanjian ini, mengingat peretasan sistem Yahoo memang memiliki pengaruh yang besar.

    Menurut Erik Gordon, profesor di Roos School of Business, University of Michigan, melakukan negoisasi ulang terkait harga adalah cara paling sederhana tapi kecil kemungkinan skenario ini akan terjadi karena efek dari kebocoran data Yahoo tidak akan terlihat secara langsung.

    Kemungkinan, Yahoo akan berjanji untuk memberikan kompensasi pada Verizon setelah perjanjian ini berlaku, sesuai dengan masalah yang diakibatkan oleh peretasan sistem Yahoo tersebut.

    Gordon menyebutkan kedua perusahaan itu juga mungkin akan memutuskan untuk menunda penyelesaian perjanjian ini sehingga mereka dapat informasi lebih tentang dampak kebocoran data ini.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id