BLOCKCHAIN INDO 2018 Segera Digelar di Jakarta

    Mohammad Mamduh - 26 April 2018 08:14 WIB
    BLOCKCHAIN INDO 2018 Segera Digelar di Jakarta
    Konferensi blockchain internasional bakal digelar di jakarta bulan Mei
    Jakarta: Konferensi dan pameran internasional tentang Blockchain, Fintech, Bisnis Digital, dan Aset Digital, BLOCKCHAIN INDO 2018 bakal digelar tanggal 11-12 Mei 2018 di Kempinski Grand Ballroom, Thamrin, Jakarta.

    Ini merupakan acara yang menghadirkan pembicara dari berbagai spesialisasi dari seluruh dunia, diantaranya Gebhard Scherrer (co-founder DATUM), Ville Oehman (praktisi dana investasi yang terdaftar di Otoritas Moneter Singapura), Matthew J. Martin (CEO Blossom Finance), Robert Ryu (Korean Venture crypto-fund ), dan Dr. Zaharuddin AR (ICO berbasis syariah asal Malaysia).
     
    Nikolay Volosyankov, CEO Cryptoevent yang merupakan penyelanggara BLOCKCHAIN INDO 2018 mengatakan, “kami menerima banyak minat dari para peserta dari perusahaan teknologi yang kebanyakan adalah perusahaan Blockchain, Fintech dan Digital Asset dari seluruh dunia termasuk Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam konferensi yang pernah kami selenggarakan, kami memiliki pembicara dan peserta pameran yang terkait dengan Keuangan Islami.”
     
    Cryptoevent sebelumnya telah menyelenggarakan konferensi serupa di St. Petersburg, Moskow (Rusia), Minsk (Belarus) dan Almaty (Kazakhstan), yang mengejar isu-isu terbaru dan teknologi baru di Blockchain, Digital Asset dan Fintech.
     
    Selain bekerja sama dengan berbagai mitra internasional, dalam konferensi ini CryptoEvent juga bermitra dengan perusahaan lokal yaitu dengan Global Citra Media sebagai penyelenggara acara lokal dan Halojasa sebagai mitra pemasaran lokal dan juga Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI).

    Ini memungkinakan para pemain global dalam teknologi Blockchain untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang dari Asia Tenggara terutama Indonesia.
     
    Bari Arijono, pendiri dan CEO Digital Enterprise Indonesia (DEI) mengatakan bahwa revolusi digital di Indonesia baru pada tahap awal, banyak sektor industri yang mulai meluncurkan program transformasi digital, belum lagi industri keuangan yang sedang menjajaki kolaborasi dengan fintech.
     
    “Kehadiran blockchain masih pada tahap awal di Indonesia yang memiliki potensi ekonomi digital diperkirakan bernilai USD130 miliar pada tahun 2020. Akankah blockchain dapat mengubah gaya hidup orang Indonesia? Jika Anda melihat apa yang telah diterapkan di negara lain, jawabannya sangat terlihat,” ucap Bari Arijono.
     
    Indonesia adalah negara terpadat ketiga di Asia dengan penetrasi internet yang tinggi dan telepon pintar di antara warganya.
     
    "Pemerintah Indonesia harus siap untuk membuat peraturan baru mengenai perkembangan teknologi digital ini, seperti bagaimana mata uang digital di masa depan dapat merespon tantangan ekonomi yang semakin berat," tambah Arijono.
     
    Selain pemain biasa dalam mata uang digital, acara internasional ini akan mempertemukan para pemain dalam Bisnis Digital, Startup TI, Pengembang Aplikasi Internet, Marketeers Digital, dan perusahaan Fintech-base untuk mengumpulkan dan memperluas jaringan mereka.

    Ini akan menjadi tempat internasional dan forum untuk diskusi tentang berbagai topik dan masalah mengenai Blockchain yang memiliki prospek besar dalam waktu dekat.
     
    ICO dan perusahaan teknologi dari seluruh dunia termasuk yang terkait dengan Keuangan Islam seperti Bayanat Fintech dan Blossom Finance akan mempresentasikan proyek blockchain mereka, namun tidak akan ada perdagangan mata uang kripto selama acara tersebut untuk mematuhi peraturan lokal.

    Konferensi ini akan memungkinkan pihak yang berkepentingan dan pemangku kepentingan mendapatkan lebih banyak pengetahuan dan informasi tentang pasar global aset digital serta mata uang kripto.
     
    "Masalah regulasi dan ekonomi serta dampak terhadap lingkungan bisnis akan dibahas dalam forum, ” ucap Denis Gutnik, Relationship Manager event Blockchain Indo 2018.
     
    Blockchain Indo 2018 akan berlangsung menjelang minggu terakhir sebelum bulan Ramadan. Pameran konferensi tersebut diharapkan menjadi salah satu konferensi Blockchain dan Fintech terbesar di Indonesia tahun ini. 

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id