Terjadi Perubahan Target Kejahatan Siber, Ini Solusi dari Kaspersky

    Lufthi Anggraeni - 03 Maret 2021 15:00 WIB
    Terjadi Perubahan Target Kejahatan Siber, Ini Solusi dari Kaspersky
    Kaspersky mencatat pergeseran target kejahatan siber selama pandemi ke arah ICS dan IoT.



    Jakarta: Kaspersky mengumumkan terjadi pergeseran target pelaku kejahatan siber dari perangkat pribadi ke sistem kendali industri atau Industrial Control System (ICS) dan Internet of Things (IoT).

    “Sejak awal pandemi, kami mengamati lanskap keamanan siber global dipengaruhi oleh pandemi. Di satu sisi orang lebih banyak waktu untuk online, di sisi lain, ada lebih banyak pelaku kejahatan siber yang semakin terampil,” ujar  CEO Kaspersky Eugene Kaspersky.






    Pada tahun 2020, Kaspersky menemukan deteksi file berbahaya unik mengalami peningkatan sebesar 20 persen hingga 25 persen per hari. Perusahaan keamanan siber ini menyebut terdapat lebih dari 200 grup bertanggung jawab atas serangan yang ditargetkan kepada bank hingga infrastruktur penting negara.

    Selain itu, Kaspersky menyebut bahwa pandemik Covid-19 menunjukan peningkatan ketergantungan pada teknologi dan perangkat. Karenanya Kaspersky menekankan pentingnya kolaborasi di berbagai level, baik di level regional, maupun tingkat swasta dan publik.

    Kaspersky juga menyebut bahwa kolaborasi, terutama dalam berbagai pengetahuan, menjadi indikator penting dalam membangun keamanan siber negara. Kaspersky juga menyampaikan hal yang dibutuhkan untuk membangun dunia lebih aman.

    Tidak hanya untuk membangun dunia, Kaspersky juga menyebut bahwa sistem operasi yang dirancang dengan aman sekaligus merupakan hasil kerja sama internasional tingkat tinggi turut diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keamanan siber.

    Sementara itu, Direktur Infrastruktur Informasi Kritis Nasional, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nur Achmadi Salmawan, setuju dan berbagi informasi bahwa BSSN juga melibatkan beberapa instansi pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk menyebarkan kesadaran keamanan siber di masyarakat Indonesia.

    Nur Achmadi menyebut bahwa media sosial dapat menjadi senjata bagi organisasi dan individu untuk memanipulasi informasi demi kepentingan mereka. Sehingga edukasi masyarakat terkait cara menggunakan internet secara aman dan benar dinilai telah menjadi kebutuhan di era saat ini.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id