TikTok Buka Algoritma dan Tantang Kompetitor untuk Lakukan Hal Serupa

    Lufthi Anggraeni - 30 Juli 2020 14:06 WIB
    TikTok Buka Algoritma dan Tantang Kompetitor untuk Lakukan Hal Serupa
    TikTok mengumumkan pembukaan algoritma yang digunakannya dalam memilah konten kepada pihak luar.
    Jakarta: TikTok mengumumkan melakukan langkah baru yaitu memberikan akses kepada pihak luar untuk algoritma yang digunakannya dalam memilah dan membagikan video pengguna, serta akan memungkinkan ahli untuk mengobservasi kebijakan moderasinya yang dilakukan secara langsung.

    Mengutip The Verge, dalam unggahan di blog resmi, CEO TikTok Kevin Meyer menyebut bahwa perubahan ini menjadikannya selangkah lebih maju dibandingkan dengan pelaku lain di industri yang sama, dan menantang pesaingnya untuk melakukan langkah serupa.

    Meyer meyakini bahwa seluruh industri jejaring sosial ini harus memiliki standar yang sangat tinggi. Karenanya, TikTok meyakini bahwa seluruh perusahaan seharusnya membuka algoritma, kebijakan moderasi, dan aliran data mereka kepada regulator.

    Selain itu, Meyer juga menyebut bahwa pihaknya tidak akan menunggu kehadiran regulasi, namun mengambil langkah awal dengan meluncurkan Transparency and Accountability Center untuk praktek moderasi dan data.

    The Verge menilai waktu perilisan informasi ini signifikan, sebab Facebook, Google, Apple dan Amazon tengah menghadapi panel antitrust House Judiciary. Dan meski TikTok bukan satu di antara perusahaan yang menghadapi pengawasan dari Congress, namun perusahaan asal Tiongkok ini disebutkan dalam pertemuan tersebut.

    Dalam pertemuan sebelumnya, Mark Zuckerberg menunjuk TikTok sebagai contoh kompetisi dalam ruang lingkup aplikasi sosial dan menggunakan perusahaan itu sebagai demonstrasi terkait alasan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat harus mendapatkan kebebasan untuk melawan kebangkitan Tiongkok.

    Dalam sambutan yang telah disiapkan dan dirilis pada hari Senin lalu, CEO Facebook ini mengungkap bahwa kompetisi antara Facebook dan pesaing asingnya merupakan pertarungan ideologi. Meyer memberikan responnya terhadap komentar yang disampaikan Zuckerberg tersebut.

    Dalam tanggapan yang diunggah di blog tersebut, Meyer menyebut ingin terfokus pada kompetisi yang adil dan terbuka, alih-alih menghadapi serangan fitnah dari kompetitor yang disebutnya berkedok patriotisme.

    Argumen Facebook akan menerima simpatik dari Congress, sebab politisi Amerika Serikat telah memperingatkan soal bahaya dari pengaruh TikTok selama beberapa bulan terakhir, dan administrasi Trump dilaporkan tengah mempersiapkan regulasi pelarangan TikTok.

    Tekanan ini menempatkan TikTok pada posisi sulit, dan menjadi alasan perusahaan tersebut untuk membuka algoritma dan kebijakan moderasinya. Hal ini memungkinkan TikTok untuk melawan klaim yang menyebutnya menyensor konten untuk menyenangkan pemerintah Tiongkok.

    Selain itu, tekanan ini juga menempatkan tanggung jawab menyoal transparansi kembali kepada Facebook, yang telah menerima banyak kritik dari berbagai pihak, terkait pengoperasian kebijakan moderasi selektif.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id