Inggris Mau Pakai Pelacak Ponsel Buru Pelanggar Lockdown

    Cahyandaru Kuncorojati - 24 Maret 2020 14:24 WIB
    Inggris Mau Pakai Pelacak Ponsel Buru Pelanggar Lockdown
    Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson saat mengumumkan kebijakan lockdown. (Getty Images)
    Jakarta: Inggris bakal menggunakan teknologi untuk memantau masyarakat yang tidak mematuhi kebijakan isolasi diri berdasarkan status lockdown yang diberlakukan untuk menekan pandemi virus Korona atau Covid-19.

    Apabila Israel, Iran, Korea Selatan, dan Singapura memantau ponsel masyarakatnya untuk membaca penyebaran virus, Inggris bakal menggunakannya untuk memburu masyarakat yang tidak mentaati imbauan isolasi atau berdiam diri di rumah dan lockdwon.

    Dikutip dari media lokal The Sun, pemerintah Inggris sudah menggandeng penyedia jaringan atau operator seluler terbesar di negaranya untuk menerapkan teknologi tersebut. Jadi mereka bisa menyediakan data dan memantau pergerakan masyarakat Inggris.

    Namun, ditegaskan bahwa cara ini tidak akan sampai melanggar privasi masyarakat Inggris. Operator seluler akan menyediakan data pergerakan pelanggannya secara anonim.

    Pihak berwenang Inggris bisa mengetahui apakah masyarakat sudah menghindari tempat keramaian atau belum. Apabila mereka melanggara maka pihak berwenang akan turun ke lokasi tersebut. Masyarakat juga bsia dikenakan sanksi.

    Dua operator besar di Inggris yaitu BT dan O2 menyatakan bahwa mereka sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Inggris terutama lembaga kesehatan di negara tersebut. Mereka sedang melihat kemungkinan menerapkan cara ini.

    Pihak operator seluler di Inggris menyatakan tidak keberatan dan justru akan sangat membantu tim ahli medis yang selama ini berusaha memetakan persebaran virus dan mencegah penularan lebih luas.

    Sejauh ini belum ada penjelasan teknis bagaimana teknologi ini akan bekerja. Singapura sendiri menerapkan teknologi sederhana yang termasuk canggih. Mereka menggunakan Bluetooth di ponsel warga negaranya untuk melihat garis penyebaran virus Korona.

    Diketahui beberapa jam lalu parlemen Inggris menyetujui pemberlakuan lockdown terhadap negaranya. Inggris akan melakoni lockdown untuk durasi tiga minggu.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id