Melihat Produksi Redmi Note 7 di Sat Nusapersada

    Mohammad Mamduh - 20 Mei 2019 21:50 WIB
    Melihat Produksi Redmi Note 7 di Sat Nusapersada
    Pusat produksi Xiaomi di Sat Nusapersada Batam
    Batam: Xiaomi Redmi Note 7 telah resmi meluncur di Indonesia akhir bulan Maret lalu. Selain dipatok dengan harga yang kompetitif, kurang dari Rp2,5 juta, smartphone ini menekankan keunggulan pilihan warna menarik, ditambah dengan kualitas kamera belakang 48MP.

    Xiaomi menggandeng Sat Nusapersada asal Batam sebagai manufaktur yang memproduksi smartphone ini. Dalam kunjungan ke Sat Nusapersada, Xiaomi mengajak beberapa wartawan untuk melihat langsung proses produksi Redmi Note 7.

    Kerja sama Xiaomi dengan Sat Nusapersada dalam memenuhi kebutuhan TKDN adalah melalui proses perakitan, dengan pihak pabrik menyediakan tempat khusus produksi ponsel Xiaomi.

    “Kita juga lakukan beberapa tes sebelum software terpasang,” ungkap pihak Sat Nusapersada. Pengujian ini berupa menyalakan ponsel setelah baterai terpasang, sensor layar yang mengatur cahaya terang atau redup sesuai kondisi ruangan, kemudian pengujian audio yang keluar dari smartphone.

    “Pengujian audio kita lakukan oleh manusia dan mesin.” Redmi Note 7 juga mendapatkan pengujian skenario penggunaan baterai selama 6 jam.

    Setelah pengecekan sensor dan audio, smartphone yang masih dalam keadaan terbuka kemudian dipindai nomor serial setiap komponen. Gunanya adalah untuk memastikan setiap komponen yang terpasang terdaftar dan terpasang pada nomor IMEI yang tepat.

    Pengecekan bisa dilakukan lebih dari sekali, bahkan saat Redmi Note 7 mulai dikemas dan masuk ke dalam kotak penjualan.

    Untuk paket penjualan, Sat Nusapersada menggandeng pemasok lokal dalam menyediakan boks, manual, karu garansi, kabel USB-C, sampai lapisan pelindung. Kualitasnya dinilai telah mengikuti standar, dan termasuk sebagai cara dalam pemenuhan TKDN 30 persen.

    Salah satu teknologi produksi yang dipamerkan pihak Xiaomi dan Sat Nusapersada adalah P2i, yang memastikan Redmi Note 7 tahan terhadap air. Mereka menyebutnya dengan splashproof.

    Caranya adalah dengan mengeringkan unit ponsel yang telah siap selama dua jam, dan menyemprotkan cairan kimia pelindung yang mencegah air masuk secara cepat dalam satu jam melalui celah bodi.

    “Pada saat Redmi Note 7 masuk air, ada beberapa detik singkat untuk mengambang. Bukan berarti ponsel ini bisa dipakai di dalam air.” Setelah itu, unit ponsel akan menjalani serangkaian tes terhadap air. Tidak semua unit diuji, dari setiap batch produksi, akan diambil sekitar 20 unit.

    Jika terjadi masalah satu batch produksi tersebut akan menjalani proses P2i dari awal. Pihak Sat Nusapersada menyebut kapasitas produksi untuk Xiaomi mencapai 700 ribu unit per bulan, dengan karyawan sekitar 1.000 orang.

    Ada empat line produksi dengan sekitar 80 kali proses sampai akhirnya siap dijual kepada konsumen. “Kita sendiri telah menggandeng Sat Nusapersada sejak 2017, mulai dari produksi Redmi 4a,” kata Country Head of Xiaomi Indonesia Steven Shi.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id