Gelar Vision Executive Forum, Veritas Ingin Sederhanakan Kompleksitas IT

    Mohammad Mamduh - 12 November 2019 21:53 WIB
    Gelar Vision Executive Forum, Veritas Ingin Sederhanakan Kompleksitas IT
    Solusi Veritas Enterprises Data Services Platform yang mengedepankan tiga kemampuan utama
    Nusa Dua: Penyedia manajemen dan perlindungan data Veritas Technologies resmi menggelar ajang Veritas Vision Executive Forum. Acara untuk wilayah Asia South ini berlangsung 11-15 November 2019 di Bali.
     
    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian 20 lebih acara di tingkat global yang dirancang untuk menampilkan berbagai praktik dan teknologi di bidang pengelolaan data.

    Veritas Vision Executive Forum menawarkan kesempatan eksklusif kepada para kader eksekutif untuk bertukar wawasan dan membahas berbagai tantangan TI yang mengganggu dunia bisnis saat ini.
     
    Disrupsi digital memaksa para pelanggan untuk memikirkan kembali konsumsi dan layanan TI mereka. Tren-tren terbaru seperti 5G dan IoT membuat infrastruktur TI menjadi lebih terdesentralisasi.

    Pengelolaan data terbukti lebih dari sekadar melakukan backup di dalam lingkungan perusahaan (on premise) atau di cloud.

    “Tujuan utama Veritas Vision Executive Forum adalah untuk memberdayakan para pelanggan agar dapat meringkas kerumitan TI di platform fisik, virtual, atau cloud sehingga mereka dapat fokus pada upaya meraih tujuan bisnis yang diharapkan," tutur Ravi Rajendran, Vice President and Managing Director of Asia South Region, Veritas.

    "Perusahaan-perusahaan kini menuntut adanya layanan yang tersedia kapan pun, bisa dipakai di manapun, dan memberikan pandangan untuk pengembangan lebih lanjut." Tuntutan ini juga menjadi faktor pendukung Veritas mengenalkan solusi Enterprises Data Services Platform. 

    Secara umum, solusi ini menekankan tiga kemampuan utama, yaitu Availability, Protection, dan Insights. Pihak Veritas menyatakan ingin memudahkan manajemen IT yang selama ini semakin kompleks sejak era transformasi digital. 

    Hadirnya berbagai teknologi yang mendorong perusahaan untuk memanfaatkan ranah digital juga menimbulkan berbagai tantangan baru.  Menurut IDC, data diperkirakan akan tumbuh hingga mencapai 175 zettabytes pada 2025.

    Ini berarti dunia bisnis harus berurusan dengan data yang tersebar di inti data center, cloud atau lokasi terdistribusi di sistem edge computing.

    Situasi semakin rumit karena dunia bisnis harus berhadapan dengan ancaman sier baru yang bertujuan untuk mengekspos data demi keuntungan finansial dan sementara dunia bisnis juga harus tunduk pada regulasi yang terus bertambah terkait data.
     
    Kerumitan infrastruktur merusak kemampuan TI untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.  Kini, para pelanggan hanya membutuhkan aplikasi yang hadir setiap saat, data yang selalu terlindungi dan dapat dipulihkan, serta wawawan agar mereka bisa beroperasi secara optimal dan memenuhi peraturan yang berlaku.”



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id