Co-Founder WhatsApp Kembali Dorong Pengguna Hapus Akun Facebook

    Lufthi Anggraeni - 18 Maret 2019 18:25 WIB
    Co-Founder WhatsApp Kembali Dorong Pengguna Hapus Akun Facebook
    Co-founder Whatsapp Brian Acton kembali mengimbau pengguna untuk menghapus akun Facebook.
    Jakarta: Co-Founder WhatsApp Brian Acton tampil di kelas Computer Science 181 di Universitas Stanford, membahas alasannya menjual WhatsApp kepada Facebook senilai USD19 miliar (Rp270,6 triliun) dan mendorong pelajar menghapus akun Facebook.

    Situs Buzzfeed News menyebut Acton tampil di kelas tersebut bersama dengan mantan pegawai Facebook lainnya, Ellora Israni, yang juga merupakan pendiri dari She++. Selama kelas berlangsung, Acton bercerita terkait alasan menjual WhatsApp ke Facebook dan alasan kepergiannya.
    Alumnus Universitas Stanford ini juga mengkritisi dorongan untuk memprioritaskan monetisasi di atas privasi pengguna.

    Selama pembahasannya, Acton menyebut bahwa perusahaan teknologi dan media sosial besar seperti Apple dan Google mengalami kesulitan dalam menyesuaikan konten mereka.

    Perusahaan ini disebut Acton tidak memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan terkait dengan hal tersebut. Sayangnya, lanjut Acton, masyarakat yang merupakan pengguna teknologi mereka memberikan kedua perusahaan ini kekuatan, menjadi faktor buruk di ranah ini.

    Perusahaan yang termasuk dalam ekosistem Silicon Valley juga disebut Acton ditekan untuk mengejar modal ventura dan memiliki saham bernilai besar guna memuaskan pegawai serta pemegang saham.

    Acton secara vokal mengkritisi Facebook sejak meninggalkan perusahaan ini pada tahun 2017 lalu, karena tidak sependapat dengan keinginan Facebook untuk memonetisasi layanannya.

    Imbauan untuk menghapus akun Facebook pada kelas di Universitas Stanford ini bukanlah kali pertama Acton. Acton juga menyerukan imbauan ini pada tahun 2018 lalu, setelah skandal Cambridge Analytica terkuak.

    Sebelumnya, Acton mengumumkan pernyataan terkait hubungannya dengan Facebook dan CEO Mark Zuckerberg, menyebut bahwa dirinya telah menjual privasi pengguna untuk memperoleh keuntungan besar.

    Pada bulan September lalu, Acton menjelaskan secara mendetail terkait keputusannya meninggal WhatsApp. Acton menggambarkan cara Facebook menentukan target untuk WhatsApp, guna mencapai tingkat pendapatan hingga USD10 miliar (Rp142,4 triliun).

    Untuk mencapai target tersebut, lanjut Acton, Facebook menerapkan strategi monetisasi selama waktu lima tahun dengan cara menggencarkan iklan dan menawarkan cara terkait bisnis untuk dapat berkomunikasi secara langsung dengan pengguna.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id