AWS Percaya Bisa Saingi Google dan Microsoft di Asia Tenggara

    Riandanu Madi Utomo - 11 April 2017 13:03 WIB
    AWS Percaya Bisa Saingi Google dan Microsoft di Asia Tenggara
    Solution Architect, Asia Pacific, Amazon Web Services, Alex Smith
    medcom.id: Perkembangan teknologi komputasi awan (cloud computing) memang sedang sangat pesat. Kompetisi di antara para penyedia layanan tersebut juga semakin sengit, dan masing-masing terus berinovasi untuk menghadirkan fitur baru. 

    Menanggapi hal tersebut, Amazon Web Service (AWS) mengaku yakin mereka masih bisa tampil sebagai penyedia layanan cloud nomor satu di Asia Tenggara, bahkan bisa mengalahkan Google dan Microsoft.

    Apa yang membuat AWS sangat percaya diri? Menurut Solution Architect, Asia Pacific, Amazon Web Services, Alex Smith, salah satu keunggulan AWS adalah kemampuan integrasi antar layanannya. 

    "Integrasi adalah salah satu keunggulan kami. Setiap layanan di AWS bisa diintegrasikan dengan layanan yang lain dan tidak hanya fokus ke satu komponen saja," ujar Smith.

    Hingga saatini AWS memang memiliki ragam layanan cloud yang bisa dikatakan sangat banyak, yaitu lebih dari 90 jenis layanan. Beberapa di antaranya merupakan layanan unggulan seperti AWS Lambda yang merupakan layanan komputasi, AWS Rekognition yang merupakan layanan image recognition, hingga layanan web sederhana berbasiskan Word Press.

    AWS Percaya Bisa Saingi Google dan Microsoft di Asia Tenggara

    Layanan AWS bahkan bisa digunakan sebagai platform untuk menjalankan perangkat IoT. Dalam sebuah sesi demo di kantor AWS Singapura, Emerging Technologies Souteast Asia, AWS, APAC Olivier Klein sempat memperlihatkan bagaimana perangkat IoT bisa dihubungkan dengan layanan AWS.

    Menggunakan perangkat seperti Intel Edison yang dihubungkan dengan berbagai macam sensor, Klein bisa memantau berbagai status yang dibaca oleh sensor perangkatnya tersebut secara real time melalui layanan AWS. Bahkan, dengan sedikit tambahan perintah khusus, perangkat IoT bisa melakukan tindakan spesifik seperti menulis sesuatu melalui layar LCD, hingga menjalankan mekanisme tertentu.

    Proses yang digunakan memang cukup unik. Komputasi tidak dilakukan di dalam perangkat IoT tersebut, melainkan di layanan cloud AWS. Ini membuat perangkat IoT yang bentuknya kecil sekalipun seperti dapat melakukan prosess komputasi yang sangat rumit.

    Hal menarik lainnya adalah bagaimana perangkat IoT tersebut bisa dihubungkan dengan Alexa, yaitu sistem asisten digital besutan Amazon. Menggunakan Amazon Echo, Alexa bisa diminta untuk mengeksekusi perintah secara spesifik sesuai dengan keinginan Anda. Tentu saja Anda harus memprogramnya terlebih dulu.

    Pemanfaatan Alexa juga banyak diterapkan di kompetisi Hackday 2017 yang juga diselenggarakan oleh AWS. Di ajang tersebut, sebagian besar peserta memanfaatkan Alexa sebagai sarana untuk menjalankan aplikasi cloud melalui perintah suara. Bahkan salah satu peserta berhasil memanfaatkan Alexa untuk mengetahui benda apa saja yang ada di dalam lemari es.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id