Demonstrasi Elon Musk Tanam Kecerdasan Buatan ke Otak

    Lufthi Anggraeni - 31 Agustus 2020 15:48 WIB
    Demonstrasi Elon Musk Tanam Kecerdasan Buatan ke Otak
    Elon Musk mendemonstrasikan teknologi Neuralink pada hewan percobaan babi.



    Jakarta: Elon Musk telah mengumumkan perusahaan chipset otak, Neuralink, melakukan demonstrasi langsung teknologi karyanya. Sejak didirikan pada tahun 2016 lalu, Neuralink telah mengembangkan teknologi yang secara teori akan dapat menanamkan chip mikro berteknologi kecerdasan buatan (AI) di otak manusia.

    Mengutip Business Insider, chipset ini akan bertugas untuk mengawasi dan menstimulasi aktivitas otak. Musk bermaksud untuk memanfaatkan teknologi ini suatu hari nanti untuk membantu mengobati kondisi dan penyakit neurologis.

     



    Neuralink mengusung dua komponen utama, pertama adalah chipset terhubung pada elektroda yang ditanam pada otak manusia, dan komponen kedua yaitu perangkat penempatan serupa mesin jahit yang secara pembedahan akan menjadikan proses pembenaman chipset secepat dan semudah operasi lasik pada mata.

    Musk mendemonstrasikan chipset komputer Neuralink tertanam di otak babi sebagai hewan percobaan. Demonstrasi ini menampilkan sinyal neural secara langsung dari salah satu babi yang oleh Musk dinamai sebagai Gertrude.

    Musk menyebut proses instalasi Neuralink di otak manusia akan membutuhkan waktu berjam-jam dalam proses operasi, meski tidak lebih invasif jika dibandingkan dengan operasi mata Lasik. Proses instalasi Neuralink dijelaskan Musk seperti memasukan perangkat dengan ukuran sebesar koin ke dalam tengkorak.

    Proses ini akan meninggalkan bekas luka kecil setelah elektroda ditanamkan di dalam otak. Musk mengaku menyukai proses ini dan menyebutnya sebagai Fitbit dalam tengkorak. Proyek ambisius ini telah berlangsung sejak diumumkan pada tahun 2016 lalu.

    Musk juga menyebut bahwa perangkat ini akan membantu menyembuhkan kondisi kehilangan ingatan, kebutaan dan kelumpuhan, serta kondisi medis lain. Selain itu, Musk menyebut bahwa pengguna umum tidak akan dapat menggunakan perangkat Neuralink ini secara efektif lebih dari 10 tahun.

    Chipset ini dijelaskan Musk akan mengalami permasalahan etis dan keamanan, dan untuk jangka waktu yang lama, pengguna disebut akan memiliki kebutuhan medis nyata untuk dapat mengakses teknologi tersebut.

    Dan teknologi ini telah menerima sertifikasi Breakthrough Device dari Food and Drug Administration (FDA). Menjawab pertanyaan soal potensinya, Musk menyebut penggunaan umum dari perangkat ini diprediksi baru akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

    Perangkat ini juga telah diuji setidaknya pada 19 hewan berbeda dan diklaim memiliki tingkat kesuksesan sekitar 87 persen.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id