comscore

Usai Diserang Ransomware, Garmin Kembali Beroperasi Normal

Cahyandaru Kuncorojati - 28 Juli 2020 12:50 WIB
Usai Diserang Ransomware, Garmin Kembali Beroperasi Normal
Ilustrasi.
Jakarta: Perusaan teknologi GPS yang lebih dikenal sebagai produsen jam tangan pintar olahraga yaitu Garmin akhirnya merilis pernyataan terkait serangan siber yang membuat layanan mereka dihentikan sementara.

Garmin merilis pernyataan bahwa kini semua layanan terutama jam tangan pintar pengguna sudah bisa kembali mengakses data pribadi dan semua fitur Garmin. Artinya, kondisi sudah normal kembali.
Mereka mengakui bahwa menjadi korban serangan siber pada tanggal 23 Juli 2020. Meskipun tidak mengaku sebagai korban jenis serangan ransomware tapi Garmin mendeskripsikan bahwa data dan layanannya terenkripsi.

BACA: Diminta Tebusan, Garmin Jadi Korban Ransomware

Di pernyataan resmi yang dimuat di situs resmi mereka, Garmin menyebut bahwa serangan siber ini mengenkripsi semua sistemnya. akibatnya layanan online terganggu termasuk fungsi di website, layanan pelanggan, sistem komunikasi perusahaan, termasuk aplikasi yang diakses pengguna.

"Kami tidak mendapatkan indikasi bahwa data pelanggan termasuk dari layanan transaksi Garmin Pay diakses, dicuri maupun hilang. Semua fungsi dari perangkat Garmin tidka terpengaruh kecuali dukungan tunuk mengakes online," tulis mereka.

"Sistem yang terpengaruh sudah dipulihkan dana kami berharap bisa operasional kembali normal dalam beberapa hari ke depan," lanjutnya. Sebelumnya banyak ahli keamanan siber yang menduga jenis serangan siber ini adalah ransomware.

Dikutip dari ZDnet, pihak internal Garmin di Taiwan sempat membocorkan deskrip serangan virus yang sangat mirip dengan ransomware. Beberapa perusahaan keamanan siber menyatakan bahwa virus ransomware yang menyerang Garmin adalah WastedLocker.

WastedLocker dioeprasikan oleh kelompok penjahat siber bernama Evil Corp, dikutip dari The Verge. Ransomware ini mengenripsi tapi tidak mencuri data tadi sehingga Garmin disebut masih bisa memulihkan datanya dari backup yang ada.

Tetap saja tidak ada informasi mengenai hal tersebut, apakah Garmin memang memulihkan datanya sendiri atau membayarkan tebusan yang diminta. Sebelumnya dilaporkan bahwa pelaku serangan siber meminta tebusan sebesar USD10 juta.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id