MWC 2020

    Huawei dan Honor akan Gelar Konferensi Pers Soal MWC 2020

    Lufthi Anggraeni - 18 Februari 2020 09:42 WIB
    Huawei dan Honor akan Gelar Konferensi Pers Soal MWC 2020
    Huawei dan Honor akan menggelar konferensi pers secara virtual pada tanggal 24 Februari 2020.
    Jakarta: Secara virtual, setiap merek smartphone besar telah membatalkan rencana untuk mengumumkan smartphone baru di Barcelona akibat penyebaran virus korona. Huawei dan Honor tetap melanjutkan peluncuran produk mereka.
     
    Huawei awalnya menjadwalkan konferensi pers pada akhir pekan ini pada tanggal 23 Februari 2020, namun raksasa asal Tiongkok ini kini mengumumkan rencana versi revisi untuk Barcelona. Huawei akan menyelenggarakan konferensi pers virtual yang dipandu oleh CEO Richard Yu pada tanggal 24 Februari mendatang.
     
    Phone Arena juga melaporkan bahwa acara ini akan diselenggarakan di Italian Pavilion di Barcelona, Spanyol, dan akan diikuti oleh demonstrasi interaktif dari perangkat baru untuk hadirin. Huawei belum mengonfirmasikan produk yang akan diumumkannya pada pekan depan.
     
    Rumor yang beredar mengindikasikan bahwa perangkat tersebut adalah smartphone berlayar lipat generasi kedua karyanya, MateXs, dan akan menjadi bintang utama dari konferensi pers tersebut.

    Sementara itu, Honor juga mengumumkan rencana untuk memperkenalkan perangkat generasi terbarunya melalui siaran langsung di tanggal yang sama.
     
    Siaran langsung ini dapat disaksikan melalui YouTube, Twitter, dan Facebook selain situs resmi Honor. Anggota pers telah menerima undangan untuk menghadiri konferensi pers ini di Hotel W Barcelona. Seperti Huawei, juga tersedia zona experience, lokasi produk dapat dicoba oleh hadirin.
     
    Sebelumnya, pada awal pekan ini, pejabat pemerintah Amerika Serikat menyebut bahwa Huawei merahasiakan lokasi antarmuka dari pelanggan operator mereka dan pejabat di negara penyelenggara jaringan mobile.
     
    Hal ini memungkinkan Huawei mengakses informasi yang seharusnya tersedia hanya untuk badan penegak hukum dan sejumlah pejabat internal operator seluler. Juga pada laporan Wall Street Journal, penasihat nasional Amerika Serikat Robert O’Brien mengaku pihaknya memiliki bukti.
     
    Kepala keamanan siber Huawei John Suffolk membantah klaim O’Brien tersebut. Suffolk menyebut Huawei tidak memiliki akses ke peralatan tersebut dan tidak mengetahui panggilan dan informasi tengah dicegat.
     
    Suffolk menyebut bahwa pihak Amerika Serikat belum menunjukan bukti untuk mendukung klaimnya. Kepala keamanan siber Huawei menyebut administrasi Trump mengada-ngada, serta menantang mereka untuk tidak menyembunyikan bukti dan menunjukkannya kepada dunia.


    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id