Foxconn Laporkan Keuntungan Kuartal Terendah dalam 20 Tahun Terakhir

    Lufthi Anggraeni - 18 Mei 2020 09:14 WIB
    Foxconn Laporkan Keuntungan Kuartal Terendah dalam 20 Tahun Terakhir
    Foxconn melaporkan laporan perolehan keuntungan per kuartal terendah dalam 20 dekade terakhir.
    Jakarta: Keuntungan per kuartal Foxconn mencapai perolehan terendah dalam dua dekade terakhir pada kuartal pertama tahun 2020 ini. Sebab, Foxconn terpaksa menghentikan operasi di Tiongkok akibat pandemik virus korona dan rendahnya permintaan dari pelanggan utama, termasuk Apple.

    Foxconn melaporkan bahwa keuntungan bersihnya mencapai USD70,5 juta (Rp1,05 triliun), menurun sebesar 90 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan merupakan keuntungan terendah sejak Q1 tahun 2000.

    GSM Arena juga melaporkan bahwa angka ini juga kurang dari seperempat dari nilai estimasi analis pasar sebelumnya. Dalam pernyataannya, Foxconn menyebut kondisi akan membaik dan memprediksi akan menjadi stabil pada Q2, sebab seluruh pabriknya di Tiongkok telah dibuka kembali.

    Prediksi untuk kuartal selanjutnya termasuk pertumbuhan dengan persentase berdigit ganda dari hasil pendapatannya di Q1, meski hal ini masih tidak cukup untuk peningkatan pendapatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan diperkirakan mengalami penurunan menjadi digit tunggal.

    Petinggi Foxconn memprediksi pertumbuhan pendapatan tahunan lebih dari 10 persen untuk divisi enterprise dan komputasi. Namun, kondisi kurang baik diprediksi masih akan dialami divisi elektronik konsumen, dengan perkiraan penurunan sebesar 15 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Hal ini disebabkan oleh berkurangnya daya beli masyarakat yang juga mempengaruhi permintaan. Sebelumnya pada bulan Maret lalu, pendiri Foxconn Terry Gou mengumumkan bahwa pembukaan kembali pabrik Foxconn berjalan dengan baik.

    Gou juga mengumumkan bahwa produksi pabriknya telah melampaui ekspektasi, meski tidak menyebutkan secara spesifik ekspektasi tersebut. Gou mengungkap bahwa pasokan untuk pabrik Foxconn di Taiwan dan Tiongkok telah kembali normal.

    Namun memperingatkan bahwa permintaan konsumen lebih rendah akibat penyebaran virus korona akan berdampak pada Foxconn dan mitranya. Sementara itu, Foxconn karena pemerintah Tiongkok sudah memberikan lampu hijau bagi manufaktur di negara tersebut kembali beroperasi di tengah wabah virus Korona sejak bulan Februari lalu.

    Artinya, Foxconn bisa mengejar target produksi komponen iPhone yang sempat terhenti. Fasilitas manufaktur milik Foxconn di bulan Januari sempat ditutup sementara, pekerjanya di rumahkan sebagai instruksi karantina virus Korona.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id