Denmark Ingin Buat Regulasi untuk Influencer

    Ellavie Ichlasa Amalia - 11 Juli 2019 14:16 WIB
    Denmark Ingin Buat Regulasi untuk Influencer
    Denmark ingin atur influencer Instagram. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)
    Jakarta: Denmark berencana membuat regulasi untuk influencer, setelah bintang Instagram mengunggah surat wasiat ke akun Instagram miliknya. Ialah Fie Laursen, yang memiliki lebih dari 336 ribu pengikut. 

    Surat tersebut baru dihapus dua hari kemudian oleh pihak keluarga, yang mengonfirmasi bahwa Laursen tengah berada di rumah sakit untuk memulihkan diri. Menteri Anak dan Pendidikan Denmark, Pernille Rosenkrantz-Theil percaya, influencer seharusnya memiliki "tanggung jawab redaksi" sama seperti media tradisional. 

    Surat Laursen yang diunggah ke Instagram mendapatkan lebih dari 30 ribu Like dan 8 ribu komentar. Ini mendorong debat di Denmark tentang bagaimana pemerintah memonitor konten dari para influencer, lapor BBC

    Rosenkrantz-Theil berkata bahwa pemerintah ingin para influencer memiliki "tanggung jawab redaksi", sesuai dengan standar untuk "media lama". 

    "Ketika Anda memiliki sejumlah orang sebagai pengikut dari konten Anda, Anda memiliki tanggung jawab yang sama seperti tim redaksi di koran atau media lama," katanya.

    "Jadi, misalnya... Menurut standar etis untuk media Denmark, Anda tidak boleh menulis tentang bunuh diri atau percobaan bunuh diri jika itu tidak memengaruhi masyarakat. Kami ingin standar yang sama digunakan di media sosial."

    Jika seorang influencer melanggar peraturan itu, maka konten yang mereka buat harus dihapus. Influencer dengan sejumlah pengikut juga harus memiliki beberapa administrator. 

    "Dalam kasus ini, orang tuanya ingin menghapus unggahan tapi tidak bisa melakukannya karena hanya puteri mereka yang bisa mengakses akunnya," ujar Rosenkrantz-Theil. "Kami ingin Anda memiliki tanggung jawab dan kelompok di sekitar Anda yang bisa menghapus konten yang tak pantas.

    "Kita hidup di era media massa yang telah berubah, dan standar komunikasi media massa juga harus berubah dan harus digunakan pada media massa baru. Ini memang media yang berbeda, tapi memiliki etika yang sama."

    Sarah Louise Christiansen, blogger ternama di Denmark dengan lebih dari 128 ribu pengikut di Instagram, berkata bahwa influener seharusnya diatur dengan "cara yang baru."

    "Fenomena influencer dan blogger adalah sesuatu yang baru," katanya. "Ini masih belum dianggap sebagai pekerjaan dan bisnis yang nyata dan saya rasa, inilah yang membuat tidak banyak perhatian atas hal ini. Kurang tanggung jawab ditunjukkan oleh blogger, tapi juga oleh para pengikutnya."

    Dia menyebutkan, dia telah menjadi blogger selama 10 tahun dan dia tidak ingin caranya mengekspresikan diri dibatasi. Pada saat yang sama, dia ingin agar para influencer bisa melindungi diri mereka sendiri, karena kebanyakan dari mereka masih muda dan terkadang membuat konten yang tak pantas untuk audiens. 

    Christiansen juga menyebutkan bahwa influencer dan media tidak bisa dibandingkan. Sebagai gantinya, pemerintah seharusnya membuat sesuatu yang sama sekali baru. 



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id