Apple Upayakan Pengawas Kesehatan Mental Pakai Data iPhone

    Lufthi Anggraeni - 22 September 2021 14:26 WIB
    Apple Upayakan Pengawas Kesehatan Mental Pakai Data iPhone
    Apple dilaporkan tengah meneliti data dari iPhone responden penelitian terkait dengan kesehatan mental.



    Jakarta: Apple dilaporkan tengah menyembangkan cara untuk membantu dalam mendeteksi dan mendiagnosa kondisi seperti depresi, kecemasan, dan penurunan kognitif memanfaatkan iPhone.

    Mengutip Engadget, peneliti berharap bahwa analisis data seperti mobilitas, pola tidur, dan cara pengguna mengetik dapat menjadi indikator terkait dengan kondisi tersebut. Penilaian lain termasuk analisis ekspresi wajah, detak jantung dan pernapasan.

     



    Seluruh pemrosesan data ini akan dilakukan di perangkat, tanpa pengiriman data ke server Apple. Selain itu, Apple juga dilaporkan tengah mengerjakan proyek penelitian, diprediksi terkait dengan pengembangan fitur tersebut.

    University of California, Los Angeles, Amerika Serikat tengah meneliti stress, kecemasan dan depresi, memanfaatkan data dari Apple Watch dan iPhone dan melibatkan 3.000 relawan, bersedia untuk dilacak dalam penelitian yang dimulai pada tahun 2021 ini.

    Fase pilot atau awal dimulai pada tahun 2020 lalu, dan mencatat data dari 150 partisipan. Peneliti juga dilaporkan akan membandingkan data yang direkam dari sensor iPhone dan Watch dengan kuesioner yang diisi oleh partisipan terkait perasaan mereka.

    Selain itu, laporan yang beredar turut menyebut akan mengukur level kortisol hormon stress yang terkandung dalam folikel rambut partisipan. Apple dan UCLA mengumumkan penelitian berdurasi selama tiga tahun ini pada bulan Agustus 2020 lalu.

    Proyek penelitian lain yang tengah dilakukan Apple diprediksi turut berperan pada proyek perusahaan yang kini dipimpin oleh Tim Cook tersebut. Pada bulan Januari lalu, Apple dan perusahaan farmasi Biogen menyebut bahwa mereka tengah mengerjakan riset berdurasi selama dua tahun.

    Riset ini bertujuan untuk mengawasi fungsi kognitif dan diharapkan dapat menemukan gangguan kognitif ringan, yang berpotensi berkembang menjadi Alzheimer. Riset ini juga direncanakan untuk melacak sekitar 20 ribu partisipan, sekitar separuh dari partisipan ini memiliki risiko gangguan kognitif tinggi.

    Apabila data dari penelitian ini selaras dengan gejala depresi atau kecemasan, Apple dapat menggunakannya untuk menciptakan fitur berkemampuan mengingatkan pengguna saat mendapati gejala soal kesehatan mental.

    iPhone dapat mendorong pengguna untuk mencari pengobatan dan perawatan, dinilai penting sebab deteksi awal dapat meningkatkan kualitas hidup pengguna pada jangka waktu panjang. Namun, Apple dan mitranya berada dalam tahap awal dari penelitian ini.

    Sehingga membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum Apple menambahkan fitur pengawasan kesehatan mental ke iPhone. Namun tidak ada jaminan bahwa penelitian ini akan menjadi landasan kehadiran fitur tersebut.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id