Siswa yang Tak Ikut PTM Bisa Gunakan Bantuan Data Kuota Internet untuk PJJ

    Gervin Nathaniel Purba - 08 April 2021 13:45 WIB
    Siswa yang Tak Ikut PTM Bisa Gunakan Bantuan Data Kuota Internet untuk PJJ
    Meskipun pembelajaran tatap muka (PTM) dijadwalkan berlangsung pada Juli 2021, pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap masih dijadikan pilihan (Foto:Shutterstock)



    Jakarta: Kebutuhan kuota internet semakin meningkat semenjak pandemi covid-19 berlangsung. Semua aktivitas dilakukan secara daring. Mulai dari bekerja, beribadah, rapat, hingga kegiatan belajar dan mengajar.

    Kegiatan belajar dan mengajar secara daring ini dikenal dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hingga saat ini, sistem PJJ masih terus berlangsung. Meskipun pembelajaran tatap muka (PTM) dijadwalkan berlangsung pada Juli 2021, PJJ tetap masih dijadikan pilihan.






    Terkait pelaksanaan PTM pada Juli nanti, berikut ini sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan seputar pelaksanaan PTM sebagaimana dirangkum Medcom.id.


    1. Layanan Pendidikan Lebih Optimal


    Pemerintah memutuskan untuk menerapkan PTM pada Juli 2021 secara terbatas. Setelah kurang lebih selama satu tahun melaksanakan PJJ, pemerintah memandang sudah saatnya kegiatan belajar dan mengajar dilaksanakan tatap muka.

    Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, siswa akan mendapatkan layanan pendidikan lebih optimal melalui PTM terbatas.

    "Dengan diselenggarakannya pembelajaran tatap muka, anak-anak peserta didik diharapkan bisa memperoleh layanan pendidikan yang lebih optimal," kata Muhadjir, beberapa waktu lalu.


    2. Kegiatan Olahraga, Ekstrakurikuler, dan Kantin Ditiadakan


    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menegaskan sejumlah larangan selama penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Salah satu yang belum dibolehkan yakni kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler.
     
    "Tidak ada olahraga dan ekstrakurikuler ya, kegiatan lain selain pembelajaran tidak diperkenankan," kata Nadiem.

    Selain itu, kantin juga tidak diperbolehkan untuk dibuka. Nadiem menyebutkan larangan ini hanya berlaku sementara, bergantung pada evaluasi lanjutan PTM terbatas. "(Ini) untuk masa transisi dua bulan pertama pada saat dimulainya tatap muka," ujarnya.


    3. Kegiatan di Luar Lingkungan Sekolah Diperbolehkan


    Mendikbud Nadiem mengatakan jika ada kegiatan lain di luar lingkungan sekolah, pihaknya memperbolehkan. Misalnya, kegiatan guru berkunjung ke rumah murid dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.


    4. Tenaga Pengajar Harus Sudah Vaksinasi


    Pelaksanaan PTM terbatas pada Juli nanti berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) yang ditandatangani empat menteri, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri. 

    Muhadjir Effendy menjelaskan, aktivitas pembelajaran tatap muka secara terbatas ini akan dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan. Adapun, pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan akan selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai.

    Di satu sisi, menurut Nadiem, sudah ada 550 ribu guru dan tenaga kependidikan yang sudah menerima vaksin covid-19 hingga 1 April. 


    5. Sekolah Diminta Bentuk Satgas Covid-19


    Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikbud Jumeri, meminta seluruh pihak sekolah membentuk tim satgas covid-19 sebelum menjalankan PTM terbatas. Tim tersebut terdiri dari unsur guru dan karyawan.

    Selanjutnya, sekolah juga diminta menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) hingga melakukan pemenuhan daftar periksa prokes. Mulai dari penyediaan sarana cuci tangan, penggunaan masker dan mengatur jarak meja dan kursi di dalam kelas.

    "Kerja sama dengan Puskesmas, memakai masker, mengatur jarak, menyingkirkan meja yang tidak terpakai dan juga membuat selebaran imbauan kepada warga sekolah untuk menjaga kesehatan," kata dia.


    6. Kapasitas Hanya 50 Persen Saja


    Nadiem menegaskan, dalam rangka mematuhi prokes, maka maksimal kapasitas kelas hanya 50 persen saja. Sisanya bisa melakukan skema PJJ. Rotasi ini akan terus dilakukan sambil dievaluasi secara berkala.


    7. Izin dari Orang Tua


    Meskipun pemerintah sudah membuat keputusan PTM, namun pelajar masih bisa memilih untuk tidak hadir di sekolah jika tidak mendapat izin dari orang tua. Pihak sekolah juga harus menghormati keputusan itu.

    "Jadinya sekolah, guru dan tenaga kependidikan wajib melayani memberikan pelayanan PTM terbatas dengan protokol kesehatan, tetapi orang tua boleh memilih apakah mereka nyaman mengirim anaknya ke sekolah apa tidak," ujar mantan bos Gojek itu.

    Siswa yang Tak Ikut PTM Bisa Gunakan Bantuan Data Kuota Internet untuk PJJ 


    Nantinya, mereka masih bisa mengikuti pilihan PJJ untuk mengikuti kelas. Dalam mendukung keberlangsungan sistem PJJ ini, Indosat Ooredoo siap memberikan bantuan kuota data internet berupa 100 persen kuota utama yang akan didapatkan oleh pengguna IM3 Ooredoo sesuai dengan jenjang pendidikan.

    Untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) akan mendapatkan kuota 7GB. Untuk siswa memperoleh kuota 10GB. Sementara untuk guru mendapatkan kuota 12GB, serta kuota 15GB untuk jenjang mahasiswa dan dosen.

    Kuota utama yang diperoleh dapat digunakan kapan saja dan di mana saja selama 24 jam untuk mengakses internet. Termasuk berbagai platform dan aplikasi belajar online, seperti Zoom, Microsoft Teams, Google Classroom, Sekolahmu, Ruangguru, Zenius, dan lainnya serta ke lebih dari 300 portal Pendidikan.

    Lebih dari itu, pengguna IM3 Ooredoo juga tidak perlu khawatir saat kuota habis, karena bantuan kuota data internet ini juga dilengkapi dengan  benefit Pulsa Safe. Selain itu pengguna IM3 Ooredoo juga dapat membeli paket internet lainnya yang dapat berjalan bersamaan dengan kuota bantuan pembelajaran jarak jauh untuk akses internet yang lebih besar.

    Indosat Ooredoo mengimbau agar para pengajar dan pelajar yang berhak mendapatkan bantuan kuota tersebut untuk dapat mendaftarkan nomor IM3 Ooredoonya ke system Dapodik sekolah atau kampus masing-masing, serta memastikan nomor tersebut selalu dalam keadaan aktif.

    Untuk informasi lebih lanjut terkait Bantuan Kuota Data Internet pada program Kuota Bantuan Pemerintah tahap II dapat dicek di *123*075#, aplikasi myIM3, melalui akun Official Whatsapp IM3 Ooredoo di bit.ly/im3whatsapp, atau mengunjungi  im3ooredoo.com/bantuankuotainternet, serta dapat juga mengakses situs Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2021 milik Kemendikbud di https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id