Kata Facebook, 80,8 Persen Orang Indonesia Bersedia Terima Vaksin Covid-19

    Cahyandaru Kuncorojati - 14 Mei 2021 09:24 WIB
    Kata Facebook, 80,8 Persen Orang Indonesia Bersedia Terima Vaksin Covid-19
    Ilustrasi. (Kaspersky)



    Jakarta: Facebook merupakan media sosial dengan pengguna terbanyak saat ini. Meskipun platform ini kerap dihinggapi oleh kontroversi dan hoaks namun kali ini mereka turut berkontribusi dalam mendukung program vaksinasi Covid-19 yang dipercepat oleh pemerintah Indonesia.

    Terbaru, Facebook dan University of Maryland digandeng oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menunjukan tingkat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan tingkat kesediaan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19.

     



    Survey ini dijalankan oleh University of Maryland dengan kemitraan bersama Facebook. Survei yang dilakukan pada 10 Januari hingga 31 Maret 2021 ini menunjukkan kabar yang menggembirakan sebanyak 80,8 persen bersedia menerima vaksin Covid-19.

    “Data yang akurat sangat penting dalam upaya penanggulangan Covid-19 dan formulasi kebijakan yang tepat untuk vaksin Covid-19. Karenanya kami sangat senang melihat laporan yang positif dari Covid-19 Symptom Survey yang menyatakan bahwa keraguan masyarakat untuk mendapatkan vaksin telah menurun dari 28,6 persen menjadi 19,2 persen selama periode Januari-Maret 2021 ini,” jelas Sekjen Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Oscar Primadi.

    “Hal ini menunjukkan bahwa program kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin ini berjalan dengan baik dan semakin tinggi pula motivasi masyarakat untuk bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19,” tambahnya.

    Pengumpulan data survei dilakukan oleh University of Maryland dengan mengedepankan dan menjaga privasi semua responden. Selain responden dari Indonesia, orang-orang dari 200 negara dan negara bagian juga turut berpartisipasi dalam survei yang dilakukan diluar platform Facebook ini.

    “Saya berharap laporan survei ini, yang dimana tanggapannya dikirim ke para peneliti langsung dan tidak dapat diakses oleh Facebook, dapat membantu mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh pandemi. Saya juga berharap agar kami dapat terus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” ungkap kepala Kebijakan Public Facebook Indonesia, Ruben Hattari

    Laporan Survei Gejala Covid-19 untuk Indonesia ini menganalisis data dari 178.988 responden dalam periode 10 Januari - 31 Maret 2021. Data menampilkan bahwa 49,2 persen mengkhawatirkan efek samping dan 34,9 persen  ingin menunggu dan melihat situasi dulu sebagai alasan utama keraguan.

    Sikap keragu-raguan vaksin di Indonesia paling bervariasi antar kelompok umur. Secara khusus, kelompok usia termuda adalah kelompok yang paling ragu akan vaksin, dengan kelompok usia 18-24 tahun sebesar 20,9 persen dan usia 25-34 tahun sebesar 21,4 persen.
     

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id