Huawei Rampungkan Pengganti Google di Android Tahun Ini

    Cahyandaru Kuncorojati - 27 Desember 2019 12:49 WIB
    Huawei Rampungkan Pengganti Google di Android Tahun Ini
    Presentasi mengenai Huawei Mobile Services saat diperkenalkan di Indonesia. (Medcom.id/Mohammad Mamduh)
    Jakarta: Demi mengatasi tekanan perang dagang Amerika Serikat, Huawei terus berusaha untuk mandiri alias terlepas dari ketergantungan layanan Google di produk smartphone buatannya.

    Huawei diketahui sedang 'kejar setoran' hingga akhir tahun ini, demi mencapai target tersebut. Perusahaan ini sedang mematangkan layanan Huawei Mobile Services yang bakal menggantikan Google Mobile Services.

    Diktuip dari Android Central, Huawei ingin di akhir bulan ini semua layanan dan aplikasi Huawei Mobile Services bisa menggantikan backbone dari Android milik Google. Jadi rencana Huawei adalah di tahun 2020 semua smartphone Android buatannya akan seperti Huawei Mate 30 Series.

    Di Indonesia, Huawei Mate 30 Pro juga hadir tanpa Google Mobile Services. Akibatnya beberapa pengguna harus melakukan langkah teknis agar di dalamnya bisa terpasang Google Play Store.

    Meskipun sudah banyak yang berhasil, tapi sebagian besar aplikasi tetap tidak bisa berfungsi normal. Hal ini karena sebagian besar aplikasi Android masih mengandalkan backbone berupa coding dari Google Mobile Services.

    Demi menarik dukungan ini Huawei tengah menggelar konferensi di berbagai negara untuk mengajak developer atau pembuat aplikasi menciptakan versi yang mengandalkan Huawei Mobile Services.

    "Kami sudah memiliki Huawei Mobile Services dan sedang berusaha membangun ekosistem mobile ini. Hampir semua aplikasi mulai dari navigasi, pembayaran, game, dan messaging akan siap di akhir bulan Desember," tutur CEO Huawei dan Honor untuk India, Charles Peng.

    Pernyataan serupa sudah pernah ditegaskan oleh CEO Huawei Consumer Business Group, Richard Yu dalam peluncuran Huawei Mate 30 Series di bulan September lalu.

    "Anda tahu bahwa pelarangan yang dilakukan AS, ponsel ini tidak bisa dipasang GMS (Google Mobile Services). Ini memaksa kita untuk memakai HMS (Huawei Mobile Services)," ungkap Richard Yu saat di panggung.

    Peluncuran smartphone tersebut di Indonesia juga dirundung pertanyaan yang sama mengenai absennya Google Mobile Services. Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group Lo Khing Seng juga memberikan jawaban tegas yang sama.

    "Huawei tetap berkomitmen dan berusaha keras untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang mulus bagi pengguna. Tapi ini faktor eksternal. Kami sudah berkeliling dan berdiskusi dengan pengembang aplikasi untuk mengadopsi Huawei Mobile Service," ujarnya.

    Huawei dilaporkan sudah berinvestasi sebesar USD1 miliar untuk pengembangan global ekosistem Huawei Mobile Services. Melihat Huawei sendiri sudah mampu menciptakan chipset sendiri yaitu Kirin HiSilicon melalui TSMC, perusahaan ini cukup percaya diri apabila berpisah dari Google.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id