Menunggu Gebrakan Mantan Bos Gojek Jadi Mendikbud

    Cahyandaru Kuncorojati - 23 Oktober 2019 11:23 WIB
    Menunggu Gebrakan Mantan Bos Gojek Jadi Mendikbud
    Foto: ANT/Wahyu Putro
    Jakarta: Dugaan bahwa pendiri sekaligus mantan petinggi Gojek, Nadiem Makarim, menduduki posisi Menteri Komunikas dan Informatika maupun jabatan terkait inovasi digital telah terbantahkan.

    Dalam pengumuman jajaran Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo, Nadiem mengisi posisi sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Dirinya menggantikan Muhajir Effendy di jajaran kabinet pemerintahan Joko Widodo periode sebelumnya.

    "Kita akan membuat terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) yang siapkan SDM yang siap kerja, yang link and match pendidikan ke industri," ucap Jokowi kemudian melanjutkan nama jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju.

    Nadiem sendiri melakukan proses serah terima jabatan pada siang ini di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di kawasan Senayan, Jakarta. 

    Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika yang erat dengan bidang teknologi diisi oleh Johnny G. Plate. Ia juga mengisi kursi Sekjen Partai Nasdem.

    Kehadiran Nadiem Makarim menjadi pusat perhatian pada awal minggu ini. Dirinya muncul di Istana Presiden saat Jokowi mulai melakukan pemanggilan kepada setiap calon menterinya. 

    Saat itu, Nadiem masih enggan buka suara terkait posisinya. Namun, dia memberikan tanda bahwa dirinya menerima tawaran menjadi menteri dan menyatakan telah meninggalkan posisi penting di perusahaan Gojek.

    "Saya percaya tanggung jawab ini, dan saya menerima. Sudah tidak ada posisi dan kewenangan apa pun di GoJek," ujar Nadiem kepada media beberapa hari lalu.

    Hal ini juga sudah dikonfirmasi oleh Chief Corporate Affair Gojek, Nila Marita. Posisi pemimpin Gojek digantikan oleh Andre Soelistyo, Presiden Gojek Grup dan Kevin Aluwi, co-founder Gojek akan berbagi tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan sebagai co-CEO.

    Pada tahun 2006, Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey and Company. Setelah memperoleh gelar MBA, ia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia.
     
    Di perusahaan tersebut ia juga menjabat sebagai Managing Editor. Setelah keluar dari Zalora, ia kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Gojek yang telah ia rintis sejak tahun 2011.
     
    Startup digital PT Aplikasi Karya Anak Bangsa akhirnya berhasil naik peringkat dari unicorn menjadi decacorn. Produk aplikasi yang populer dengan nama Gojek ini resmi menjadi perusahaan digital pertama asal Indonesia yang nilainya melebihi USD10 miliar.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id