Snap Lakukan Investigasi Setelah Terima Laporan Diskriminasi

    Lufthi Anggraeni - 22 Juli 2020 17:50 WIB
    Snap Lakukan Investigasi Setelah Terima Laporan Diskriminasi
    Snap dilaporkan tengah melakukan investigasi terkait dengan rasisme di dalam perusahaan.



    Jakarta: Snap melakukan investigasi terkait tuduhan rasisme dan seksisme dalam perusahaannya. Perusahaan independen berbasis di Seattle, William Kastner, dilaporkan telah menghubungi baik mantan pegawai maupun pegawai yang saat ini masih bekerja.

    Mengutip The Verge, investigasi dilakukan sebagai tindak lanjut dari pemberitaan terkait mantan pegawai dalam artikel yang dirilis di Mashable pada tanggal 9 Juni lalu, terkait dengan pengalaman bekerja untuk Snap antara tahun 2015 dan 2018.

     



    Sejumlah sumber menyampaikan kepada Mashable bahwa mereka mengalami budaya rasisme selama bekerja di Snap, dan bahwa kepemimpinan di perusahaan tersebut meremehkan perwakilan kulit hitam di media.

    Salah satu pegawai menyebut bahwa mereka diminta untuk mengganti gambar utama dari penampil berkulit hitam dengan pihak yang disebut dengan istilah wajah yang lebih ramah. Manager yang sama juga dilaporkan mengatakan kepada pegawai lain bahwa cerita yang diusung terlalu condong ke kisah karakter berkulit hitam.

    Manager itu juga meminta sejumlah unggahan menyoal orang berkulit hitam diganti dengan orang dari ras lain. Pegawai ini turut menyebutkan insiden pengajuan tinjauan ke divisi sumber daya manusia (SDM) untuk manajer ini, namun tidak memperoleh tanggapan.

    Kepada Mashable, Snap menyebut kala itu, tengah mengkaji keluhan tersebut. Dalam pertemuan seluruh bagian yang baru-baru ini dilakukan, CEO Snap Evan Spiegel mengatakan kepada pegawai bahwa pihak perusahaan tengah menginvestigasi insiden yang dilaporkan Mashable tersebut.

    Sebagai informasi, Snap merupakan salah satu perusahaan asal Silicon Valley yang tidak pernah merilis laporan keanekaragaman. Dalam pertemuan yang sama, Spiegel mengumumkan bahwa perusahaan akan terus menerapkan strategi menyoal kerahasiaan angka keanekaragaman tersebut.

    Dalam wawancara dengan CNBC, Spiegel beralasan bahwa seluruh pengungkapan informasi ini menormalkan komposisi saat ini menyoal tenaga kerja di bidang teknologi. Spiegel juga mengklaim bahwa Snap tengah mengembangkan cara baru yang sesuai dengan kondisi saat ini untuk merilis informasi tersebut.

    Snap juga menuai kritik setelah merilis filter Juneteenth yang mendorong pengguna untuk tersenyum dan memutus rantai, menampilkan hal yang menyerupai sebagai perkirakan bendera Pan-Afrika. 

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id