• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Grup Hacker Korut Curi Puluhan Juta Dolar AS dari ATM

Ellavie Ichlasa Amalia - 09 November 2018 13:15 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta: Hacker yang memiliki hubungan dengan pemerintah Korea Utara menggunakan malware Trojan untuk mencuri puluhan juta dolar AS dari ATM di Asia dan Afrika, menurut laporan dari perusahaan keamanan siber Symantec. Malware yang digunakan oleh grup ini dinamai "Trojan.Fastcash".

Kelompok peretas yang dikenal dengan nama Lazarus ini menggunakan malware untuk menginfeksi server yang mengendalikan ATM, memungkinkan mereka mengendalikan ATM sehingga mereka bisa mengirimkan permintaan mengeluarkan uang palsu dan mengambil uang tersebut, menurut laporan The Verge.

Serangan serupa pada ATM juga pernah terjadi sejak akhir 2016, menurut peringatan yang dirilis oleh Tim Darurat Komputer dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Organisasi tersebut bertanggung jawab untuk menganlisa dan meminimalisir ancaman siber.

Pada 2017, terjadi satu penyerangan yang membuat penyerang mengambil uang dari banyak ATM di 30 negara berbeda pada saat bersamaan. Sementara pada tahun ini, terjadi serangan lain yang memungkinkan penyerang untuk mengambil uang dari ATM di 23 negara.

Symantec menyebutkan bahwa setiap serangan FastCash menyerang server yang menggunakan sistem operasi AIX yang tidak lagi mendapatkan dukungan berupa update. Ini mengimplikasikan bahwa kelemahan yang digunakan oleh para hacker sebenarnya telah diperbaiki.

Kejadian kali ini membuat Symantec percaya bahwa Lazarus -- yang diduga sebagai dalang dari serangan ini -- hanya berusaha untuk mendapatkan uang ekstra dan bukannya memenuhi agenda pemerintah Kore Utara.

Nama Lazarus pertama kali dikenal setelah mereka sukses melakukan meretas Sony pada 2014, yang berujung pada bocornya film The Interview.


(MMI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.