Private Network 5G Dukung Hadirnya Smart City di Asia

    Cahyandaru Kuncorojati - 01 Juni 2021 13:18 WIB
    Private Network 5G Dukung Hadirnya Smart City di Asia
    Ilustrasi.



    Jakarta: Perusahaan software cloud native telekomunikasi bernama Mavenir yang berasal dari Amerika beberapa waktu lalu menggelar webinar yang membahas mengenai teknologi jaringan 5G jenis private network dalam berkontribusi mendorong transformasi di Asia dengan munculnya banyak smarty city.

    Diskusi virtual ini juga sebagai kelanjutan dari keberhasilan kerja sama Mavenir dan Thailand mendukung pengoperasian smart city Ban Cbang yang mengandalkan teknologi 5G open RAN dalam menyediakan solusi 5G private network. yang ditujukan khusus untuk kebutuhan perusahaan dan pemerintah.

     



    Menurut informasi yang Medcom.id kumpulkan, 5G private network menyediakan koneksi yang sangat cepat dan latensi super rendah yang cocok untuk operasional perangkat Internet of Things yang saling terhubung sehingga bisa mewujudkan konsep smart city. Semua data dikumpulkan dan diolah secara real-time untuk menyediakan layanan yang tepat dan terbaik.

    Private network di sini dipahami sebagai sebuah jaringan yang terpisah dari publik untuk kebutuhan telekomunikasi. Private network hadir untuk kebutuhan komunikasi yang sifatnya penting (critical) misalnya layanan publik dari pemerintah maupun swasta serta sektor industri.

    “Saat ada pertanyaan mengenai private network, di mana menggunakannya, teknologi apa yang bisa digunakan di dalamnya? Jawabannya adalah tidak terbatas. Teknologi ini bisa digunakan di dalam rumah hingga seperti pada sebuah kota dengan terhubung ke semua bentuk layanan yang terintegrasi,” jelas Vice President Sales ASEAN Region Mavenir, Ben Patullo.

    Ben memprediksi bahwa nilai pasar teknologi private network global akan mencapai kisaran angka USD8 miliar di tahun 2027. Kawasan Asia-Pasifik khususnya Asia akan berkontribusi besar di dalamnya karena kawasan ini merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terpadat di dunia.  

    “Lebih dari 50 persen kota Mega Cities di Dunia pada tahun 2030 akan berasal dari Asia-Pasifik, demi membuat semua kota tersebut berjalan dan bisa melayani manusia di dalamnya mereka harus memiliki private networks,” ucap Ben.

    Di bidang kesehatan, pertumbuhan layanan kesehatan berbasis digital akan tumbuh besar di kawasan ini untuk bisa menjangkau masyarakat di lokasi terpencil.

    Private network juga dibutuhkan di bidang manufaktur untuk automasi produksi mempertimbangkan kawasan Asia-Pasifik mewakili 34 persen dari total output manufaktur dunia. Ben menyebut ada lima sektor yang akan diuntungkan dari adopsi private network yaitu ecommerce, kesehatan, manufaktur, tambang, dan satu lagi adalah smart city.

    Ben memberikan contoh implementasi smart city Ban Chang di Provinsi Rayong, Thailand yang menggunakan 5G dengan dukung private network dari Mavenir. Di kota ini Mavenir bekerja sama dengan operator telekomunikasi lokal dan pemerintah setempat.

    “Di contoh kasus public safety, ada kamera-kamera ultra-high definition yang terhubung ke smart pole. Digital signage, yang menyediakan informasi kepada masyarakat, bisa digunakan untuk iklan tentang COVID-19 misalnya di area khusus atau di seluruh negeri,” tutur Ben.

    “Smart pole yang telah digunakan di Ban Chang akan memiliki berbagai sensor dan monitor lingkungan yang akan dapat mendeteksi berbagai komponen pencemaran dan kondisi lingkungan dan mengirimkannya datanya ke pemerintah untuk membantu membuat keputusan atau respon terbaik,” jelasnya.

    Di sektor industri pada kawasan industri Map Ta Phut di Provinsi Rayong, Ben mengklaim implementasi 5G private networks bisa meningkatkan output lebih dari 10 kali lipat berkat adanya automasi manufaktur.

    Global CTO Emerging Business Mavenir, Donald Price, menilai bahwa kehadiran 5G memang memiliki banyak potensi saat diimplementasikan ke sektor swasta untuk bisnis dibandingkan komunikasi seperti di era 2G, 3G, dan 4G.

    “Teknologi 5G didesain agar kita bisa bertransformasi dalam kehidupan, mampu mengunduh data dengan lebih cepat, memiliki latensi sangat rendah, hingga memiliki lebih banyak kapasitas untuk menghubungkan jutaan perangkat, terutama yang berhubungan dengan IoT, VR, dan AI,” jelas Donald.
     

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id