Huawei Tak Ingin Bagai Jual Kucing Dalam Karung

    Lufthi Anggraeni - 14 November 2019 19:15 WIB
    Huawei Tak Ingin Bagai Jual Kucing Dalam Karung
    Huawei melakukan briefing guna memperkenalkan kondisi dan kemampuan Mate 30 Pro.
    Jakarta: Larangan kerja sama bisnis dari pemerintah Amerika Serikat kepada Google menyebabkan Huawei harus memasarkan Mate 30 Pro tanpa dukungan Google Mobile Service, sehingga perangkatnya tanpa dukungan aplikasi dan layanan khas Google.

    “Di pre-order, kami juga melakukan briefing kepada konsumen, memperkenalkan kondisi dan kemampuan Mate 30 Pro, supaya konsumen ga seperti beli kucing dalam karung. Saat ini, Huawei Mobile Service masih jadi solusi sementara, memang tak sempurna tapi tetap bisa jalankan aplikasi Android,” ujar Deputy Country Director Huawei Consumer Business Group Lo Khing Seng.

    Kondisi yang berdampak pada kerja sama perusahaannya dengan Google ini diakui Khing Seng sebagai perubahan yang terjadi secara tiba-tiba, sehingga Huawei berusaha keras untuk mengantisipasinya, termasuk dengan merubah kebiasaan konsumen.

    Sebab saat ini, konsumen telah terbiasa untuk menggunakan perangkat dengan dukungan platform dan layanan karya Google. Khing Seng juga menyebut sambutan masyarakat global terhadap perangkat unggulannya ini terbilang baik.

    Hanya saja, karena kondisinya dengan Google ini, Huawei berupaya untuk semakin transparan dalam memberitahukan kepada konsumen terkait upayanya dalam beradaptasi dengan kondisi tersebut.

    Hal ini ditujukan untuk mengedukasi dan menumbuhkan keyakinan konsumen terhadap pengalaman mulus yang tetap dapat disuguhkan oleh Mate 30 Pro.

    Meskipun demikian, Khing Seng menyebut hal ini bukan alasan Huawei dalam memutuskan untuk hanya memboyong satu model dari lima model di lini Mate 30 ke Indonesia. Sebagai informasi, lini Mate 30 terdiri dari Mate 30, Mate 30 5G, Mate 30 Pro, Mate 30 pro 5G dan Mate 30 RS Porsche Design.

    Keputusan ini merupakan bentuk antisipasi untuk menjaga agar mitra bisa berbisnis dengan sehat, sebab tidak kewalahan dengan jumlah model yang harus dipasarkannya. Khing Seng mengaku menjadikan Huawei Mate 30 Pro sebagai tolok ukur dari sambutan masyarakat terhadap produknya ini.

    Selain itu, Huawei juga memutuskan untuk tidak memasarkan Mate 30 Pro di Indonesia secara online terlebih dahulu. Saat ini Huawei mengaku masih terfokus untuk memasarkan Mate 30 Pro melalui jalur offline di gerai Huawei Experience Store dan Erafone.

    Pemilihan jalur offline ini disebut Khing Seng sebagai bagian dari edukasi konsumen dengan bantuan petugas di gerai ritel untuk menjelaskan ketiadaan Google Mobile Service pada Mate 30 Pro dan kemampuan yang diusung ponsel cerdasnya.

    Sementara itu, keputusan Huawei memboyong Mate 30 Pro ke Indonesia juga berkat dorongan permintaan konsumen. Sebelum meluncurkan ponsel ini, Huawei mengaku melakukan diskusi dengan sekitar 150 konsumen.

    Dalam diskusinya, Huawei menyosialisasikan absennya Google Mobile Service pada ponsel ini, dan konsumen tersebut menyatakan ketertarikannya untuk membeli Mate 30 Pro. Tingginya minat konsumen Indonesia terhadap ponsel ini juga terlihat dari banyaknya pendaftar untuk memesan Mate 30 Pro, tercatat sebanyak 6.500 orang.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id