Headphone Huawei NovaBuds Jadi Perangkat Nova Terbaru

    Lufthi Anggraeni - 30 Desember 2019 09:05 WIB
    Headphone Huawei NovaBuds Jadi Perangkat Nova Terbaru
    Berdasarkan dokumen paten di EUIPO mengindikasikan Huawei tengah mempersiapkan NovaBuds baru.
    Jakarta: Dokumen paten yang didaftarkan pada European Union Intellectual Property Office (EUIPO) mengindikasikan Huawei tengah bersiap untuk memperbesar bisnis aksesori cerdas miliknya. Huawei telah meluncurkan FreeBuds 3, headphone nirkabel di sejumlah pasar.
     
    Kini, Huawei dilaporkan tengah mempersiapkan Nova sebagai merek terpisah di masa depan. Nova disebut akan menjadi merek yang membawahi aksesori cerdas, seperti headphone dan wearable, berpotensi ditawarkan dengan harga terjangkau.
     
    Namun, persiapan Nova sebagai merek terpisah di masa depan masih merupakan rumor dan spekulasi, terutama mengingat pada dokumen EUIPO, Huawei masih menyematkan mereknya pada nama produk tersebut.
     
    Dokumen ini turut menghadirkan informasi terkait dengan kategori resmi untuk NovaBuds misterius ini. Kategori ini mengusung nama Class 9, termasuk produk seperti headphone, earphone, headset untuk game virtual reality, headphone untuk ponsel mobile, headphone in-ear dan sebagainya.
     
    Sebelumnya, CEO manufaktur kapasitor cerdas asal Jepang, Taiyo Yuden Co, memprediksi Huawei akan mengapalkan 100 juta unit smartphone 5G selama tahun 2020 mendatang. Dan Tiongkok diprediksi akan menjadi pasar terbesar untuk jaringan 5G pada tahun 2020.
     
    Sebagai informasi, Huawei telah memperluas portofolio smartphone 5G selama beberapa tahun terakhir, dan diperkirakan akan menawarkan lebih banyak perangkat dengan harga terjangkau dan dukungan konektivitas 5G untuk menarik perhatian lebih banyak pembeli.
     
    Sebelumnya, akun Twitter resmi milik Huawei beberapa jam lalu mendadak sangat aktif. Perusahaan telekomunikasi sekaligus smartphone sedang memberikan jawaban atas pemberitaan tidak benar mengenai perusahaannya.
     
    Dalam beberapa cuitan yang diunggah akun Twitter resminya, Huawei memberikan respon atas pemberitaan media Wall Street Journal (WSJ) beberapa waktu lalu yang diklaim tidak benar. Pemberitaan WSJ menegaskan bahwa Huawei menjadi anak emas pemerintah Tiongkok.
     
    WSJ menyebut bahwa Huawei menerima bantuan finansial dari bank pemerintah Tiongkok senilai USD75 miliar atau sekitar Rp1.000 triliun dengan bunga pinjaman rendah. WSJ berani membuat berita ini berdasarkan hasil analisis yang mengacu ke dokumen yang mereka dapatkan.
     
    Sementara itu, Huawei menargetkan semua layanan dan aplikasi Huawei Mobile Services telah tersedia untuk menggantikan backbone dari Android milik Google pada akhir bulan Desember 2019 ini.
     
    Sehingga pada tahun 2020 mendatang, Huawei berencana hanya menghadirkan seluruh smartphone karyanya dengan dukungan Huawei Mobile Services, serupa Mate 30 Series.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id