Smartphone, Alat Pamungkas Jurnalis Masa Kini

    M Studio - 23 Mei 2019 20:21 WIB
    Smartphone, Alat Pamungkas Jurnalis Masa Kini
    Samsung Galaxy S10 Plus.
    Jakarta: Budianto, Pemimpin Redaksi Medcom.id menceritakan pengalamannya selama dia berkiprah di industri televisi, yang diawali dengan karirnya sebagai camera person pada 1998. 

    Dalam Ruang Bicara bersama Samsung yang diadakan di Kantor Metro TV, dia menjelaskan bagaimana format dan alat yang digunakan untuk merekam video oleh perusahaan televisi berubah dari waktu ke waktu, mulai dari U-matic hingga smartphone

    U-matic adalah format video kaset rekaman analog yang pertama kali diperkenalkan oleh Sony pada 1969. "Generasi kedua adalah betacam, yang secara teknologi, kualitas video yang dihasilkan lebih baik," kata pria yang akrab dengan panggilan Budi ini. 

    Setelah itu, stasiun TV juga menggunakan DVC Pro. "Dengan baterai hampir satu kilogram, mobilitas sangat terbatas," katanya. Ini mempersulit tugasnya, terutama karena dia tidak hanya bertanggung jawab untuk mengambil video, tapi juga mengedit, mengambil foto, membuat naskah, dan melakukan siaran langsung. 

    Kemudian, Metro TV mulai menggunakan kamera P2 sejak 2009. Ke depan, perusahaan media juga mulai menggunakan DSLR. "Biasanya untuk pembuatan produksi promosi dan iklan, untuk hal-hal yang membutuhkan mobilitas lebih tinggi dan artistik," katanya. Meskipun kamera DSLR lebih kecil dari kamera yang digunakan sebelumnya, dia merasa, kamera DSLR masih tak cukup ringkas. 

    "Untuk liputan di KPK, Mabes Polri, agak repot kalau pakai DSLR," ujar Budi. "Apalagi kalau yang diperiksa adalah tokoh publik. Banyak wartawan hiburan yang datang, membuat memegang kamera berukuran besar menjadi sulit."

    Smartphone, Alat Pamungkas Jurnalis Masa Kini
    Pemimpin Redaksi Medcom.id, Budianto. 

    Dia juga bercerita tentang pengalamannya meliput operasi militer di Aceh. Meskipun dia hanya membawa handycam, tapi tetap terasa berat karena kegiatan yang melelahkan. Sekarang, dengan kamera dan performa smartphone yang semakin mumpuni, smartphone sudah dapat digunakan sebagai pengganti kamera DSLR. 

    Salah satu smartphone yang kameranya dianggap mumpuni adalah Samsung Galaxy S10 Plus. Smartphone premium terbaru dari Samsung ini memiliki tiga lensa kamera belakang, yang terdiri dari lensa utama 12MP, lensa telephoto 12MP, dan lensa ultrawide 16MP. 

    Tidak hanya itu, kamera pada Galaxy S10 Plus juga sudah dapat mengambil video 4K. Mengingat besarnya kapasitas yang diperlukan untuk video beresolusi tinggi, Samsung menyediakan Galaxy S10 Plus dalam tiga varian memori internal: 128GB, 512GB, dan 1TB. Jika masih dirasa kurang, Anda bisa menambahkan SD card. Galaxy S10 Plus kompatibel dengan SD Card dengan kapasitas hingga 512GB. 

    Samsung juga menanamkan fitur Super Steady pada kamera utama Galaxy S10 Plus. Itu artinya, bahkan jika Anda merekam video sambil bergerak -- berlari atau ada di kendaraan -- video yang dihasilkan akan tetap terlihat stabil. 

    "Sekarang, kami tengah mengembangkan konsep mobile journalism," kata Budi. "Sudah ada aplikasi, sehingga kami bisa melakukan siaran langsung dimanapun." Dia mencontohkan, momen MRT diresmikan. Ketika itu, Metro TV melakukan siaran langsung menggunakan smartphone

    "Kita sudah melalukan survei, live pakai smartphone tidak ada masalah. Kualitas gambar, kualitas audio, untuk kepentingan jurnalisme, sudah cukup oke," ujarnya. 

    Dia menganggap, smartphone juga memiliki kelebihan lain selain bodi yang lebih ringkas dan ringan jika dibandingkan dengan kamera. Merekam menggunakan smartphone memungkinkan Anda untuk merekam video dalam acara apapun. Dia memberikan contoh liputan haji. 

    "Untuk ambil gambar saat tawaf, jika menggunakan kamera pasti akan ditangkap. Jadi menggunakan smartphone membuat seseorang memiliki daya tembus tinggi. Padahal, kualitas video sudah 4K."

    "Ke depan, memang era smartphone. Lebih ramah pada bisnis digital, investasi yang dibutuhkan lebih kecil, jadi perusahaan lebih kompetitif dari segi harga," katanya. 



    (ELL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id