Google Phone Nanti Tampilkan Penelepon Terverifikasi

    Lufthi Anggraeni - 27 Juni 2020 12:04 WIB
    Google Phone Nanti Tampilkan Penelepon Terverifikasi
    Aplikasi Google Phone dilaporkan segera menerima fitur pemberitahu alasan bisnis menelepon.
    Jakarta: Aplikasi Google Phone dilaporkan akan menerima fitur Verified Calls, berkemampuan untuk menampilkan nama, logo, dan alasan bisnis menelpon pengguna. Informasi menyoal fitur ini pertama kali muncul pada halaman dukungan Google.

    Fitur ini mengandalkan bisnis mencantumkan nomor ponsel mereka, nomor ponsel pengguna, dan alasan untuk panggilan teleponnya secara langsung ke Google, kemudian mendistribusikan informasi ini ke aplikasi Phone.

    Jika informasi sesuai, aplikasi Phone akan memberikan panggilan telepon lencana Verified Call. The Verge menilai bahwa fitur ini memiliki potensi besar untuk berguna bagi masyarakat, tidak hanya untuk mengetahui penelpon, tapi juga mengetahui jika panggilan perlu diterima.

    Sebagai contoh, akan bermanfaat jika pengguna mengetahui bahwa pihak bank menelepon untuk memberitahukan masalah di akun rekening, dan pengguna tidak perlu menerima jika panggilan telepon merupakan panggilan dalam rangka pemasaran atau spam lain.

    Google menyebut bahwa fitur ini akan aktif secara default, namun menggarisbawahi bahwa fitur ini memiliki sejumlah batasan di halaman dukungannya. Batasan tersebut termasuk bahwa Verified Calls mengandalkan bisnis secara proaktif menyediakan informasi ke Google.

    Artinya, tidak semua panggilan telepon tanpa dukungan lencana terverifikasi merupakan panggilan spam. Google juga menyebut bahwa layanan ini hanya berfungsi pada aplikasi Google Phone, artinya tidak akan tersedia di setiap ponsel Android.

    Fitur ini juga mengandalkan pengguna dalam menambahkan nomor ponsel ke akun Google. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat ini menyebut pihaknya akan menghapus nomor ponsel pengguna dan alasan untuk panggilan dalam kurun waktu beberapa menit setelah panggilan telepon terverifikasi.

    Sebelumnya, API baru Google kini tersedia bagi pengembang sehingga dapat memanfaatkan pengalaman Augmented Reality (AR) baru untuk Android dan Unity. Berdasarkan penjelasan Google, oklusi merupakan kemampuan obyek digital untuk secara akurat muncul di belakang obyek dunia nyata.

    Hal ini menyebabkan obyek secara akurat bersembunyi di belakang benda seperti tembok, meja, sofa atau benda lain yang berpotensi menghalangi tampilan. Dengan demikian, suguhan pengalaman AR oleh perangkat pendukung API ini diklaim akan lebih realistis.

    Sementara itu, Google meresmikan Google Cloud Platform region Jakarta yang menjadi pertama di Indonesia dan kesembilan di Asia Pasifik. Fasilitas ini akan memberikan dorongan pertumbuhan pesat bagi transformasi digital khususnya pemanfaatan komputasi cloud.
     
    Kehadiran langsung salah satu pusat layanan Google Cloud Platform di Indonesia bisa memberikan latensi yang lebih rendah untuk akses data dan aplikasi. Jadi perusahaan pelanggan di Indonesia diklaim bisa melakukan transformasi digital lebih cepat.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id