Google Maps Kini Punya Dark Mode

    Lufthi Anggraeni - 05 Oktober 2020 13:09 WIB
    Google Maps Kini Punya Dark Mode
    Google mengumumkan Dark Mode versi baru untuk Google Maps.
    Jakarta: Google secara resmi memperkenalkan pengaturan baru berupa mode gelap atau Dark Mode. Pengaturan ini resmi diperkenalkan setelah Google melakukan pengembangan untuk mode ini sejak tahun 2019 lalu.

    Mengutip Tech Radar, mode gelap ini dapat dinikmati oleh pengguna Google Maps dengan versi 10. Mode gelap pada Google Maps ini diklaim Google lebih baik jika dibandingkan dengan versi yang sebelumnya telah terlebih dahulu menyambangi aplikasi peta tersebut.

    Google juga dilaporkan mengerahkan upayanya dalam pengembangan mode gelap ini untuk menjadikan tampilan lebih halus jika dibandingkan dengan mode malam. Mode gelap versi terbaru ini hadir dengan warna lebih lembut dan lebih ramah terhadap mata pengguna.

    Mode gelap ini dapat diaktifkan secara manual, dan pengguna Google Maps dilaporkan dapat mengubah pengaturan skema warna seluruh sistem. Namun kemampuan yang memungkinkan pengguna mengubah pengaturan menyoal tingkat kegelapan belum dapat dinikmati seluruh pengguna.

    Bagi pengguna yang telah mendapatkan akses ke mode gelap versi baru ini, Dark Mode akan dapat ditemukan pada menu pengaturan di aplikasi, di bagian Display. Selain itu, Google Maps menyuguhkan tiga tema di mode gelap ini, terdiri dari tema terang, gelap dan default.

    Pengguna hanya perlu memilih salah satu dari tiga tema dan menekan tombol Simpan. Kemudian elemen antarmuka pengguna aplikasi berwarna putih akan berubah menjadi warna abu-abu gelap, dengan tingkat kegelapan, sedangkan teks akan berubah warna dari hitam menjadi putih.

    Sebelumnya, dalam rangka merayakan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober ini, Google Arts and Culture mengumumkan tambahan di halaman Batik di Google Arts and Culture. Tambahan ini merupakan hasil kolaborasi dengan sejumlah pihak.

    Koleksi halaman ini meliputi 900 batik dengan tambahan 45 pola batik baru dan 200 tradisi tekstil Indonesia lain seperti ikat, ulos, dan songket. Selain itu, halaman ini juga terdiri dari 23 cerita digital pilihan kurator ahli, materi edukasi terintegrasi dan dapat diunduh pengajar, pelajar dan orang tua, serta sorotan menyoal UKM batik lokal.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id