Cloud AWS, Andalan Ritase untuk Gerak Cepat Hadirkan Layanan Berkualitas

    Mohammad Mamduh - 06 Mei 2021 09:51 WIB
    Cloud AWS, Andalan Ritase untuk Gerak Cepat Hadirkan Layanan Berkualitas
    Ilustrasi



    Jakarta: Mampu bergerak cepat menjadi kunci keberhasilan startup dan keberadaan infrastruktur cloud diyakini efektif sebagai enablernya. Demikian disampaikan David Samuel, CTO dan Co-Founder startup logistik B2B, Ritase.

    Menurutnya, ketersediaan infrastruktur cloud mampu diandalkan dalam menjawab berbagai tantangan kritikal yang kerap dihadapi perusahaan-perusahaan startup, seperti skalabilitas, reliabilitas hingga efisiensi.

     



    “Teknologi cloud dari Amazon Web Services (AWS) yang kami gunakan efektif dalam mendukung kontinuitas bisnis dan solusi inovatif untuk layanan logistik B2B yang kami kembangkan sejak Ritase berdiri pada tahun 2019,” ujar David.

    David menjelaskan, pihaknya mengandalkan teknologi cloud AWS untuk mengoptimalkan layanan bisnis Ritase yang berbasis aplikasi. Aplikasi-aplikasi yang dikembangkan Ritase adalah untuk mengakselerasi layanannya bagi pelaku usaha, penyedia jasa pengiriman dan pengemudi.

    Selain itu, infrastruktur cloud AWS secara efektif membantu Ritase dalam menjawab tantangan-tantangan mendasar yang kerap dihadapi oleh perusahaan rintisan, yaitu optimalisasi dan efisiensi SDM yang berjumlah terbatas.

    “Di awal berdiri, kami hanya didukung oleh tiga orang engineers dan kami tidak ingin terbebani dengan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat teknikal, seperti pemeliharaan server berkala dan pekerjaan terkait pemeliharaan infrastruktur lainnya. Cloud AWS membantu kami mendapatkan solusinya. Pemberdayaan SDM dapat berjalan dengan optimal dan efisien,” kata David.

    Efisiensi tersebut juga berdampak pada optimalisasi pengembangan produk dan inovasi. “Kami melihat bahwa AWS menyediakan tiga keunggulan dari segi platform, yakni keamanan, kecepatan dan keandalan. Keamanan menjadi fundamental bagi para pelanggan dalam konteks model bisnis B2B yang kami jalankan."

    "Kecepatan artinya kami mampu memproduksi, meninjau pasar, hingga melakukan evaluasi dalam tempo yang cepat. Dan terakhir, keandalan juga menjadi sangat penting karena bisnis logistik B2B menuntut zero downtime.”

    Menambahkan penjelasan yang disampaikan David, CEO Ritase, Iman Kurniadi, mengatakan, “Cloud AWS sangat membantu Ritase, terutama dalam mengantisipasi tingginya lonjakan pada saat pandemi yang dapat terjadi dalam beberapa hari saja. Sekarang, kami telah menangani lebih dari 150 hingga 200 ribu transaksi yang mencakup pemesanan, pembayaran, dan proses bergabungnya mitra pengemudi. AWS telah menghadirkan layanan yang mumpuni untuk mendukung bisnis Ritase di Indonesia.”

    Layanan berbasis cloud yang dikembangkan AWS yang digunakan untuk mendukung bisnis Ritase adalah AWS Lambda dan API Gateway untuk mengelola application programming interface (API) dan proses-proses backend, RDS SQL untuk menyimpan data relasional, DynamoDB untuk data transaksional.

    EC2 untuk melakukan hosting aplikasi frontend dan autoscaling, Amazon Glue untuk ekstraksi, transformasi, dan loading/ETL, dan SNS untuk pertukaran data antar-layanan. Ritase juga mengandalkan Cloudwatch untuk memantau performa masing-masing sub-sistem pada setiap layanannya.
     
    Pihak Ritase memperkirakan bahwa 30 persen waktu dan biaya dapat dihemat dengan menggunakan AWS Lambda serta API Gateway. Selain itu, tim Ritase dapat mengoptimalisasi biaya lebih lanjut dengan mengacu kepada AWS Cost Explorer.

    “Ritase menjadi salah satu early adopter penggunaan AWS Lambda untuk kebutuhan yang lebih luas, tidak saja hanya digunakan untuk keperluan pada tahap riset, namun bahkan pada tahap produksi,” jelas David.
     
    Dari segi pemberdayaan SDM, Ritase mampu beroperasi dengan tim yang lebih ramping. Buktinya, Ritase mempekerjakan 50 persen lebih sedikit engineer sistem maupun DevOps dibandingkan kebutuhan aktualnya jika tidak menggunakan cloud.
     
    “Ritase tergabung dalam program AWS bernama AWS Activate yang khusus diperuntukkan bagi startup. Kami banyak mendapatkan bimbingan dari tim AWS sebagai bagian dari manfaat yang ditawarkan oleh AWS Activate."

    :Misalnya, pada masa pandemi, fokus kami adalah bagaimana menghemat biaya tanpa mengorbankan service-level agreement (SLA) yang telah kami janjikan kepada pelanggan Ritase. Tim AWS akan mengajak tim engineer kami untuk bertukar pikiran serta memberikan praktik terbaik (best practices) untuk mencapai tujuan tersebut,” tutur David.

    Terkait AWS Activate, melalui penjelasan tertulisnya, Country General Manager AWS Indonesia menjelaskan bahwa pada tahap awal, program AWS Activate memberikan banyak manfaat kepada perusahaan startup yang memenuhi syarat, termasuk kredit, dukungan teknis, dan pelatihan.

    Sejak 2013, ratusan ribu perusahaan startup dari seluruh dunia telah meluncurkan dan menumbuhkembangkan ide-ide hebat yang bermula dari program AWS Activate.

    Sepanjang tahun 2020, Amazon telah menyediakan AWS credits senilai lebih dari 1 miliar dolar AS kepada startup yang berada pada fase pertumbuhan awal untuk meluncurkan bisnisnya dan mempercepat pertumbuhannya.

    Dengan adanya bantuan ini, startup bisa mengakses layanan cloud yang andal, aman, serta dapat diskalakan seperti komputasi, penyimpanan, database, analitika, Internet of Things (IoT), machine learning, dan masih banyak lagi.

    Baru-baru ini, AWS meluncurkan Activate Console yang dirancang untuk mendukung para pendiri startup saat melewati setiap tahap dalam perjalanannya, dari ide awal, membangun MVP, mendapatkan pelanggan pertama, dan bertumbuh lebih lanjut lagi bersama AWS.

    Activate Console menawarkan rekomendasi yang terpersonalisasi tentang ragam topik berdasarkan solusi AWS yang mereka gunakan. Activate Console juga melacak dan memantau penggunaan credits AWS dan biaya yang telah dikeluarkan.

    “Kami percaya bahwa cloud AWS merupakan tempat yang tepat untuk membangun startup di industri manapun. Kami terus menciptakan lingkungan terbaik bagi para founder untuk menghidupkan ide-ide mereka,” ujar Gunawan.

    “Layanan cloud sangatlah efektif dari segi biaya, sehingga startup dapat mengakses sumber daya komputasi yang mereka butuhkan dan hanya perlu membayar sesuai dengan penggunaaannya (pay-as-you-go). Program AWS Activate kami menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh startup untuk memulai perjalanannya bersama AWS, seperti kredit, pelatihan, dan dukungan.”

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id