comscore

Sony Patenkan Pengendali Serupa PS untuk Perangkat Mobile

Lufthi Anggraeni - 01 Desember 2021 15:13 WIB
Sony Patenkan Pengendali Serupa PS untuk Perangkat Mobile
Sony mendaftarkan paten pengendali game untuk perangkat mobile berdesain serupa DualShock.
Jakarta: Sony mendaftarkan paten pengendali game untuk perangkat mobile dengan desain menyerupai pengendali DualShock. Paten ini menggambarkan sistem pengendali yang memungkinkan menjepitkan ponsel di antara pengendali.

Hal ini berarti pengguna dapat memegang ponsel dan bermain menggunakan pengendali ini di saat yang bersamaan, seperti yang dilaporkan Ubergizmo. Paten yang didaftarkan Sony ini bukanlah konsep baru, sebab perusahaan seperti Razer telah menawarkan pengendali serupa.
Namun, pengendali Sony ini diperkirakan akan menjadi opsi alternatif bagi konsumen yang lebih menyukai seri pengendali Sony DualShock. Kehadiran pengendali ini tidak mengindikasikan upaya Sony dalam menjual aksesori game untuk perangkat mobile.

Alih-alih, kehadiran pengendali tersebut mengindikasikan upaya Sony dalam mengombinasikannya dengan fitur Sony Remote Play yang memungkinkan gamer menyiarkan game PlayStation dari konsol ke smartphone.

Dengan demikian, menggunakan desain pengendali DualShock memungkinkan gamer merasa lebih nyaman dibandingkan dengan menggunakan pengendali dari pihak ketiga. Meskipun demikian, paten ini menjadi satu-satunya paten Sony yang tidak dijamin akan menjadi kenyataan.

Sebelumnya, dampak pandemi Covid-19 terhadap produksi dan suplai komponen elektronik terutama semikonduktor alias chipset ternyata masih akan terasa hingga tahun depan. Gamer yang berniat untuk membeli PlayStation 5 alias PS5 mungkin bingung harus senang atau sedih.

Diketahui bahwa sejak dirilis pada 12 November tahun lalu PlayStation sudah mengakui kondisi di pasar bahwa konsol generasi terbaru mereka langka dan disebabkan oleh kondisi yang disebutkan di atas.

Sementara itu, Sony secara gamblang menunjukan rasa bangga terhadap smartphone terbarunya, Xperia Pro-I. Xperia Pro-I lebih ditujukan sebagai alat profesional, serupa DSLR, alih-alih sekadar smartphone dengan tujuan umum.
 
Sejumlah pihak menilai masuk akal untuk memperlakukannya demikian, sebab smartphone ini memberikan peluang kepada pembuat konten untuk bereksperimen dan memberikan umpan balik.

(MMI)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id