Seperti Ini Perkembangan Teknologi Pemancar Sinyal Televisi

    Lufthi Anggraeni - 09 Juni 2021 15:08 WIB
    Seperti Ini Perkembangan Teknologi Pemancar Sinyal Televisi
    Berikut kami rangkumkan secara singkat sejarah teknologi pemancar televisi.



    Jakarta: Teknologi televisi mengalami perkembangan, tidak hanya soal sirkuit, panel, dan resolusi, namun juga soal teknologi pemancar sinyal yang bertugas mendistribusikan siaran dari tayangan yang ditampilkan di perangkat tersebut.

    Mengutip Britanica, Charles Francis Jenkins, teknisi asal Amerika Serikat, menjadi salah satu tokoh yang dianggap berhasil dalam membangun televisi sukses pertama di dunia. Pada tahun 1922, Jenkins mengirimkan gambar tidak bergerak melalui gelombang radio.

     



    Namun, kesuksesan distribusi siaran wajah manusia secara langsung dicapai oleh John Logie Baird asal Inggris, pada tahun 1925. Kesuksesan tersebut lahir dari mimpi pada teknisi dan ilmuwan untuk melihat lokasi berjarak jauh tanpa perlu berada di tempat tersebut.

    Dengan berbagai keterbatasan kala itu, mimpi tersebut hanyalah sekadar imajinasi manusia belaka. Kerja keras teknisi dan ilmuwan mengantarkan manusia pada era lebih canggih, menghadirkan teknologi transmisi atau pemancar yang digunakan untuk penyiaran televisi terrestrial.

    Televisi terestrial merupakan teknologi pertama yang digunakan untuk penyiaran televisi. BBC mulai melakukan penyiaran pada tahun 1929, dan pada tahun 1930, berbagai stasiun radio memiliki jadwal reguler dari program televisi eksperimental.

    Tidak tersedia metode penyiaran televisi lain hingga tahun 1950an dengan dimulainya era televisi kabel dan Community Antenna Television (CATV). CATV awaknya hanya menyiarkan ulang sinyal Over-The-Air atau terrestrial.

    Dengan pengadopsian luas dari televisi kabel di Amerika Serikat (AS), pada tahun 1970an dan 1980an, menyaksikan siaran televisi terestrial mengalami penurunan adopsi, dengan pada tahun 2018, diperkirakan sekitar 14 persen rumah tangga di AS menggunakan antenna.

    Namun, di wilayah tertentu lain, televisi terestrial masih menjadi metode penerimaan siaran televisi pilihan, dengan Indonesia diprediksi menjadi pasar terbesar sebab sebanyak 250 juta masyarakat masih menonton via siaran terrestrial ini.

    Seperti Ini Perkembangan Teknologi Pemancar Sinyal Televisi

    Teknologi transmisi televisi ini dipancarkan melalui saluran frekuensi dalam pita VHF dan UHF, dan menggunakan satu dari dua teknologi berbeda yaitu analog dan digital. Mengutip berbagai sumber, analog adalah teknologi yang memancarkan gambar dan suara via sinyal analog termodulasi ke dalam gelombang radio carrier.

    Sedangkan digital mentransmisikan gambar dan suara melalui sinyal digital. Teknologi televisi orisinal, yaitu televisi analog, mulai mengalami transisi ke sistem televisi digital (DTV) pada tahun 2006 di berbagai negara.

    Teknologi ini mentransmisikan gambar dalam format baru bernama High Definition Television (HDTV), yang mendukung resolusi lebih tinggi dan rasio aspek layar lebih lebar jika dibandingkan dengan analog.

    DTV mendorong pemakaian lebih efisien dari bandwidth spektrum radio langka, sebab sejumlah saluran DTV dapat ditransmisikan di bandwidth yang sama layaknya satu saluran analog.

    Baik pada televisi analog dan digital, negara berbeda menggunakan sejumlah standar modulasi tidak kompatibel untuk menambahkan sinyal video dan audio ke gelombang radio carrier.

    Sementara itu, IPTV masih mendapatkan panggung di industri penyiaran pada awal tahun 1990an. Sebelum tahun tersebut, teknologi dan ekosistem kala itu tidak memungkinkan program televisi untuk dipaksakan terdistribusi via bandwith telekomunikasi terbatas pada kabel telepon tembaga, untuk menyediakan layanan televisi Video-on-Demand (VOD).

    Istilah IPTV pertama kali muncul pada tahun 1995 oleh pendiri Precept Software Judith Estrin dan Bill Carrico. Precept mengembangkan produk video internet bernama IP/TV, merupakan Mbone kompatibel dengan aplikasi berbasis Windows dan yang mentransmisikan trafik audio dan video dengan sumber tunggal atau multi.

    IPTV mendukung baik siaran TV langsung maupun video-on-demand yang telah tersimpan sebelumnya. Pemutaran mengharuskan perangkat terhubung baik ke jaringan IP tetap maupun nirkabel dalam bentuk komputer personal mandiri, smartphone, tablet, konsol game, TV terhubung dengan jaringan nirkabel maupun set-top box.

    Konten dikompresi oleh codec video dan audio dan kemudian dienkapsulasi via saluran transport MPEG, Real-time Transport Protocol atau paket lainnya. Multicasting IP memungkinkan data langsung untuk dikirimkan ke sejumlah penerima menggunakan alamat kelompok multicast tunggal.

    Sementara itu pada tahun 2019, layanan media Over-The-Top (OTT) yang menyiarkan tayangan via internet menjadi metode alternatif umum.

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id