Erline Diani

    Antara Digitalisasi Bank dan Pandemi

    Lufthi Anggraeni - 24 September 2020 15:31 WIB
    Antara Digitalisasi Bank dan Pandemi
    Digibank telah memulai transformasi digital sebelum pandemik Covid-19 terjadi.
    Jakarta: Kemajuan teknologi mendorong perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk melibatkan teknologi digital. Dan transformasi digital kini telah merambah ke berbagai industri, tidak terkecuali industri finansial dan perbankan.

    Hal ini juga diamini oleh Senior Vice President (SVP) Head digibank Business Growth Erline Diani. Digital Banking menjadi salah satu solusi perbankan yang disebut Erline dibutuhkan oleh nasabah bank, sebagai akibat dari perkembangan teknologi pendorong perubahan model transaksi di masyarakat.

    “Bank DBS secara gesit melakukan transformasi dari bank konvensional menjadi bank digital dengan meluncurkan digibank by DBS di Indonesia pada tahun 2017 lalu. Kami telah memulai transformasi digital ini, jauh sebelum banyak perbankan lain memulainya,” ujar Erline.

    Erline juga menyebut bahwa bagi Bank DBS Indonesia, transformasi digital tidak hanya sekadar menyoal teknologi, namun juga pola pikir digital. Hal tersebut, jelas Erline, terkait dengan cara bank tidak berhenti berinovasi sehingga dapat menyelesaikan kebutuhan nasabah dengan cara digital.

    Kemunculan pemain baru di ranah perbankan digital, terutama di masa pandemi, dinilai Erline memungkinkan layanan keuangan tersedia dalam cakupan masyarakat lebih luas. Hal ini juga akan memungkinkan setiap orang bergerak maju dan meningkatkan kondisi keuangan masyarakat.

    Dengan demikian, semakin banyak pemain perbankan digital yang muncul akan menghadirkan kemudahan bagi masyarakat Indonesia dalam bertransaksi dan mengelola keuangan mereka. Hal ini selaras dengan peningkatan kebutuhan pengelolaan dan pengembanga keuangan selama pandemi.

    “Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan, kami terus memperbarui diri dengan pola pikir untuk menciptakan bank dan bisnis yang berkelanjutan. Hal tersebut kami implementasikan melalui layanan perbankan yang terdepan dan terpercaya, serta dikurasi sesuai dengan kebutuhan nasabah yang berkembang seiring dengan perkembangan teknologi.”

    Bank DBS Indonesia juga diklaim berkomitmen untuk mewujudkan misi cara cerdas dalam melakukan aktivitas perbankan, dengan memperkaya fitur yang ditawarkannya guna mengakomodasi kebutuhan pengguna, dan diwujudkan agar nasabah bisa melakukan banyak hal dengan proses digital 100 persen dari end-to-end.

    Fitur yang ditawarkan Bank DBS Indonesia termasuk investasi melalui fitur deposito dan e-SBN, tanpa harus ke kantor cabang, KTA Instan hingga Rp80 juta dengan persetujuan kurang dari satu menit, transfer valas dengan FX Rate Juara tanpa biaya, kirim dan terima di hari yang sama, dan akses 24/7 tanpa perlu ke kantor cabang, ke lebih dari 20 negara dengan tujuh mata uang asing yaitu USD, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD, GBP.

    Fitur lainnya yaitu kartu kredit digibank, memungkinkan nasabah memonitor penggunaan kartu kredit hanya dari aplikasi, penukaran rewards kartu kredit digibank ke miles untuk upgrade kelas penerbangan, serta mengubah transaksi selama liburan menjadi cicilan melalui aplikasi digibank by DBS.

    Selain itu, Bank DBS Indonesia juga menawarkan dua fitur terbaru yang baru saja diluncurkan bulan Juli lalu, yaitu Rekening Valas dan Obligasi Pasar Sekunder. Fitur Rekening Valas memungkinkan nasabah untuk menabung dalam 10 mata uang asing seperti USD, SGD, AUD, EUR, HKD, CAD, GBP, NZD, JPY, CHF, hanya dalam satu akun rekening, dan mengelola dana yang dimiliki karena nilai tukar dan bunga kompetitif.

    Sedangkan Fitur Obligasi Pasar Sekunder memungkinkan nasabah berinvestasi di pasar sekunder mulai dari Rp1 juta, sehingga terjangkau oleh nasabah pemula di bidang investasi guna mempersiapkan kebutuhan dana daruratnya. Sebelumnya, pasar sekunder hanya dapat diakses oleh investor dengan modal cukup besar, sedangkan Bank DBS Indonesia menawarkan akses investasi mulai dari Rp1 juta.

    Menyoal inovasi teknologi untuk mendukung pertumbuhan digibank by DBS, Erline menyebut pihaknya terfokus dalam menyediakan akses mudah untuk aktivitas dasar perbankan, dari pembukaan rekening secara digital hingga transaksi sehari-hari seperti top up e-wallet hingga membayar tagihan.

    Bank DBS Indonesia juga menghadirkan fitur deposito pada tahun 2017 sebagai salah satu fitur investasi, kemudian menghadirkan fitur e-SBN di tahun 2019 dan aktif menjadi mitra distribusi resmi pemerintah. Dan dengan perkembangan teknologi digital, Erline juga menjelaskan bahwa nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang untuk membuka rekening atau melakukan aktivitas perbankan lainnya guna mendukung pemenuhan kebutuhan nasabah selama pandemi.

    “Bank DBS Indonesia juga menggunakan pendekatan tanpa kertas dan signatureless, sehingga lebih memudahkan nasabah. Kini nasabah hanya cukup mengakses aplikasi digibank by DBS, untuk dapat melakukan transaksi perbankan mulai dari membuka rekening hingga mengakses berbagai layanan yang ditawarkan, bahkan layanan investasi, yang mana merupakan salah satu hal yang sudah mulai dilakukan oleh generasi muda.”

    Pemanfaatan teknologi dihadirkan Bank DBS Indonesia, salah satunya melalui pendekatan tanpa perlu mengisi banyak dokumen atau paperless, dan tanpa memerlukan tanda tangan basah atau Signatureless. Hal ini memungkinkan nasabah untuk mengisi dokumen saat membuka rekening via aplikasi, tanpa perlu tanda tangan basah dan banyak formulir.

    Hal ini, jelas Erline, karena digibank by DBS memanfaatkan penggunaan e-KTP dan verifikasi biometrik untuk proses e-KYC (Know Your Customer), dan data yang terenkripsi dengan aman dalam chip e-KTP akan dicocokkan dengan sidik jari calon nasabah sebagai bagian dari proses verifikasi.

    Selain itu, Bank DBS Indonesia juga memanfaatkan soft token sebagai pengganti One Time Password (OTP), guna memastikan transaksi dilakukan pada perangkat yang benar, dan tidak diretas dari perangkat lain.

    Teknologi juga dimanfaatkan Bank DBS Indonesia pada sisi layanan keluhan nasabah, melalui menggunakan fitur Virtual Assistant dengan Artificial Intelligence (AI) dan fitur Live Chat untuk menjawab pertanyaan umum dari nasabah, sehingga tidak lagi membutuhkan layanan call center sebagai saluran utama. 

    Pandemi Covid-19 juga dinilai Erline telah memaksa berbagai industri untuk beradaptasi, tidak terkecuali industri perbankan yang diharuskan melakukan transformasi digital. Bank DBS Indonesia, menyadari penuh bahwa peran perbankan digital, dalam hal ini digibank by DBS, untuk membuka akses keuangan yang mudah, cepat, dan aman.

    “Untuk menjawab tantangan di masa sulit ini kami meluncurkan kampanye bertajuk SemuaPastiBisa, dan kami percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama terhadap akses layanan keuangan yang dibutuhkan dalam menyiapkan dana darurat, bahkan mengembangkannya lebih jauh lagi dengan proses yang 100 persen digital from end-to-end.”

    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id