Google Gunakan Teknologi untuk Bantu Jaga Lingkungan

    Lufthi Anggraeni - 05 Juni 2020 15:02 WIB
    Google Gunakan Teknologi untuk Bantu Jaga Lingkungan
    Google menyebut teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk menjaga lingkungan hidup.
    Jakarta: Turut memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Google menyampaikan bahwa teknologi turut dapat dimanfaatkan untuk membantu dalam melindungi keanekaragaman hayati di dunia, terutama dari ancaman kepunahan.

    Salah satunya untuk melindungi spesies laut dengan memanfaatkan teknologi komputasi awan, seperti yang telah dilakukan Google sejak 2016. Pada tahun tersebut, bersama dengan Oceana dan SkyTruth, Google meluncurkan Global Fishing Watch.

    Platform ini untuk meningkatkan kesadaran terhadap industri perikanan serta mendorong kebijakan ramah lingkungan melalui transparansi. Global Fishing Watch mengombinasikan teknologi komputasi awan dengan data satelit, dan menyediakan pandangan global terkait aktivitas penangkapan ikan komersial.

    Selain itu, teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk melindungi hutan tropis yang mengalami deforestasi, menyebabkan 17 persen emisi karbon global. Teknologi TensorFlow digunakan oleh Rainforest Connection untuk mencegah pembalakan liar di hujan hujan tropis di seluruh dunia.

    Rainforest Connection menempatkan platform machine learning open-source karya Google tersebut dalam versi lama di atas pohon guna merekam suara di hutan sehingga dapat melatih sistem machine learning guna mengenali suara gergaji mesin dari berbagai suara di hutan.

    Selain itu, deforestasi penyebab 17 persen emisi karbon global turut mendorong peningkatan pengawasan guna mengurangi risiko deforestasi tersebut. Pada tahun 2013, Google bekerja sama dengan peneliti di University of Maryland meluncurkan Global Forest Watch.

    Sebagai informasi, Global Forest Watch merupakan peta yang mengautentikasikan luas hutan secara global serta perubahannya, mulai dengan data dari tahun 2000. Teknologi Google lain untuk membantu mengurangi emisi karbon yaitu Environmental Insights Explorer.

    Teknologi ini merupakan alat online yang dibuat melalui kolaborasi dengan Global Covenant of Mayors for Climate & Energy (GCoM). Hingga saat ini, alat online tersebut telah tersedia di 120 kota di seluruh dunia, dan dirancang untuk memudahkan pemerintah dalam mengakses dan menindaklanjuti himpunan data baru terkait iklim.

    Dan untuk memvisualisasikan perubahan iklim, dari penggambaran data aktual dan prediksi peningkatan tinggi permukaan laut, hingga data interaktif guna menampilkan dampak kenaikan suhu, Google bekerja sama dengan UNFCCC dalam inisiatif bertajuk Heartbeat of the Earth, ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

    Dengan berbagai teknologi yang dikembangkan dan dihadirkannya, Google berharap dalam turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam di seluruh dunia.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id