Aturan AS Halangi Pesanan Huawei Senilai Rp10,4 Triliun di TSMC

    Lufthi Anggraeni - 19 Mei 2020 10:11 WIB
    Aturan AS Halangi Pesanan Huawei Senilai Rp10,4 Triliun di TSMC
    Akibat aturan baru AS, TSMC harus membatalkan pesanan baru chip Huawei senilai USD700 juta.
    Jakarta: Menurut laporan dari Taiwan, TSMC telah menerima pesanan bernilai USD700 juta (Rp10,4 triliun) dari Huawei untuk chipset 5nm dan 7nm. Chipset 5nm diperkirakan akan dimanfaatkan untuk Kirin 1020 terbaru, sedangkan 7nm untuk chip baseband 5G.

    Namun, TSMC dilaporkan bekerja dalam kapasitas penuh dan tidak dapat lagi menerima lebih banyak pesanan. Dan hal ini bukanlah satu-satunya permasalahan yang dihadapi TSMC dan Huawei, sebab pada hari Jumat lalu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat menyampaikan aturan baru.

    Aturan ini mengharuskan perusahaan manufaktur menggunakan peralatan dan software asal Amerika Serikat untuk mendapatkan lisensi khusus guna memberikan pasokan untuk Huawei. Dengan demikian, TSMC harus menghentikan seluruh pesanan baru Huawei, seperti laporan GSM Arena.

    Kebijakan baru ini tidak berlaku pada pesanan yang disampaikan sebelum pengumuman atau yang tengah dalam proses manufaktur. Dalam acara Global Analyst Summit ke-17 di Shenzhen, Tiongkok, Huawei menyampaikan ketidaksepakatannya terkait aturan tersebut.

    Huawei berpendapat bahwa keputusan tersebut sewenang-wenang dan sangat merugikan, serta berpotensi menimbulkan kekacauan bagi industri di seluruh dunia. Aturan baru ini juga disebut Huawei akan berdampak pada ekspansi, pemeliharaan dan memicu kekacauan industri secara global.

    Namun, dalam acara tersebut, Huawei juga menegaskan untuk tetap berkomitmen dalam mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah AS. Sementara itu, di tengah pandemik Covid-19 yang juga melanda Indonesia, Huawei mengumumkan pemanfaatan teknologi Video Conference System hasil pengembangannya oleh RSPAD Gatot Subroto.

    Teknologi tersebut telah dimanfaatkan oleh salah satu rumah sakit milik pemerintah ini sejak tanggal 17 April 2020 lalu. Solusi video conference ini disebut Huawei Indonesia sebagai salah satu wujud mendukung pemerintah Indonesia dan masyarakat yang berjuang melawan Covid-19.

    Selain itu, Erajaya Group dan Huawei Consumer Business Group (CBG) mengumumkan pre-order untuk jajaran laptop yang pertama kali diboyong Huawei ke Indonesia, yaitu Huawei MateBook X Pro, MateBook D 14, dan tablet MatePad Pro.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id