Apple dan Microsoft Jadi Perusahaan Bernilai USD1,5 T

    Lufthi Anggraeni - 16 Juni 2020 11:09 WIB
    Apple dan Microsoft Jadi Perusahaan Bernilai USD1,5 T
    Apple dan Microsoft menjadi perusahaan pertama dengan valuasi USD1,5 triliun.
    Jakarta: Saat ini investor berlomba membeli saham perusahaan teknologi dalam jumlah besar sebagai perlindungan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan sosial. Hal ini dilaporkan menyebabkan saham Apple dan Microsoft melampaui nilai USD1,5 triliun (Rp21.162,07 triliun).

    Situs Barrons menyebut bahwa Apple dan Microsoft menjadi perusahaan pertama yang mencapai level valuasi tersebut. Amazon juga mencetak prestasi baru, mencapai valuasi pasar besar USD1,3 triliun (Rp18.354,1 triliun).

    Sedangkan Alphabet mencapai valuasi USD1 triliun (Rp14,118,5 triliun) untuk pertama kalinya sejak bulan Februari lalu. Beberapa keuntungan memudar sebelum penutupan, pertama kalinya sejak tanggal 21 Februari lalu, keempat perusahaan teknologi raksasa memiliki valuasi lebih dari USD1 triliun (Rp14.118,5 triliun) di saat bersamaan.

    Untuk masing-masing perusahaan, perubahan drastis dipicu oleh pandemik COVID-19 dan resesi terkait telah menawarkan keuntungan. Semua perusahaan ini memiliki neraca yang kuat dan basis pengguna global yang luas.

    Amazon mendapatkan keuntungan dari akselerasi dalam adopsi ecommerce. Alphabet telah mengalami penurunan dalam aktivitas periklanan secara lebih baik dari yang diperkirakan oleh sejumlah pengamat. Sementara itu, Microsoft mendapat keuntungan dari percepatan pergeseran ke komputasi awan dan metode bekerja dari jarak jauh.

    Hal tersebut mendorong penawaran software berbasis cloud seperti Office 365 dan Microsoft Teams. Pertumbuhan terhadap apresiasi daya dan kebutuhan komputasi awan telah mendorong pendapatan Amazon, Microsoft dan Alphabet.

    Sementara itu, Apple terus mendapatkan antusiasme tinggi di antara investor terkait dengan peluncuran iPhone 5G mendatang, pertumbuhan bisnis layanan, serta kesuksesan dari produk wearable karya perusahaan asal Amerika Serikat tersebut.

    Selama sesi terakhir, Apple mendapatkan dorongan ekstra dari bukti kinerja App Store yang lebih kuat dari prediksi untuk App Store di kuartal saat ini. Laporan terbaru menyebut bahwa Apple berencana untuk tidak lagi menggunakan chipset karya Intel di produk lini Mac.

    Chipset karya Intel ini akan digantikan oleh chipset berbasis ARM karya divisi desain Apple yang mendapatkan dukungan dari SoftBank Group. Analis Deutsche Bank Jeriel Ong kembali menyampaikan penilaian pembeliannya terhadap saham Apple.

    Ong meningkatkan target harga saham Apple, dari USD320 menjadi USD350. Perubahan prediksi ini dinilai sejumlah pihak membingungkan mengingat nilai saham Apple saat ini sudah lebih tinggi dari prediksi Ong.

    Dalam catatannya, Ong terfokus pada implikasi peralihan Mac ke chipset karya Apple, dan analis ini juga menyebut sulit baginya untuk memastikan makna dari peralihan ini tanpa dapat menguji Mac berbasis chipset ARM.

    Namun Ong menyebut keputusan ini akan membantu Apple mengurangi biaya dan memperbaiki kendali, serta mendorong pengembangan lintas platform, seperti memungkinkan aplikasi iOS berfungsi di Mac. Ong juga menyebut keputusan ini mendorong peningkatan dalam performa daya tahan baterai dan mengurangi bobot perangkat.

    Analis ini juga memperkirakan sejumlah risiko untuk Apple, termasuk peluang bahwa chip Intel akan berevolusi lebih cepat dari prosesor karya Apple, dan biaya pengembangan prosesor dapat meningkat lebih cepat jika dibandingkan dengan pendapatan Mac.

    Ong turut menyebut bahwa peralihan kembali ke Intel dapat menyebabkan Apple harus merogoh kocek dalam. Analis ini juga memprediksi tidak semua model Mac akan menggunakan chipset karya Apple, namun menambahkan bahwa pengembangan chipset akan mendorong pendapatan lebih baik untuk lini Mac. Hal ini menjelaskan peningkatan target yang dipatok Ong.

    (MMI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id