Twitter Tembus Ekspektasi Pendapatan dan Pertumbuhan Pengguna

    Lufthi Anggraeni - 24 April 2019 10:31 WIB
    Twitter Tembus Ekspektasi Pendapatan dan Pertumbuhan Pengguna
    Pendapatan Twitter pada kuartal pertama 2019 melampaui prediksi dirinya dan analis.
    Jakarta: Twitter mengumumkan pendapatan pada kuartal pertama tahun 2019 ini, mencapai USD787 juta (Rp11,1 triliun), mengalami peningkatan sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

    Namun, setelah perusahaan jejaring sosial ini melaporkan pemasukan sebesar USD909 juta (Rp12,8 triliun) pada kuartal sebelumnya, perolehan pada kuartal pertama ini justru menandai penurunan hampir sebesar 14 persen, seperti yang dilaporkan VentureBeat.

    Twitter telah memperingatkan pemegang sahamnya pada laporan pendapatan sebelumnya, memperkirakan pendapatan akan mengalami penurunan menjadi sebesar antara USD715 juta (Rp10,08 triliun) hingga USD775 juta (Rp10,9 triliun).

    Analis Wall Street memperkirakan pendapatan Twitter akan mencapai USD774 juta (Rp10,9 triliun). Singkatnya, laporan keuangan Twitter membantah dan justru melampaui prediksi-prediksi tersebut.

    Titik prestasi lainnya untuk Twitter terlihat pada pertumbuhan pengguna, dengan jumlah pengguna aktif bulan dilaporkan mengalami pertumbuhan menjadi 330 juta pengguna. Jumlah tersebut meningkat dari jumlah pengguna di kuartal sebelumnya, sebesar 321 juta pengguna.

    Pada laporan pendapatan Q4 2018 pada bulan Februari, Twitter mengumumkan akan terfokus pada terfokus pada pengguna aktif harian yang berpotensi terkait monetisasi atau disebut dengan istilah mDAU.

    Pengguna yang dimaksud adalah pengguna yang masuk ke Twitter via situs atau aplikasi berkemampuan menampilkan iklan. Twitter sebelumnya mengungkap bahwa mDAU platformnya mengalami peningkatan selama tahun 2018, dari 120 juta menjadi 126 juta.

    Kini, Twitter melaporkan bahwa angka tersebut bertumbuh sebesar 11 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menjadi 134 juta. Hal ini menjadi alasan Twitter memilih untuk mengganti metrik pertumbuhan penggunanya.

    Apabila angka pengguna aktif bulanan berada dalam pertumbuhan stabil, Twitter diperkirakan tidak akan mengubah cara penyampaian pertumbuhannya. Sayangnya, jumlah pengguna aktif bulanan ini menurun dari 336 juta menjadi 321 juta selama kurun waktu 12 bulan hingga Desember 2018.

    Sementara itu, saham Twitter dilaporkan menjadi aset yang menggelora sejak ditawarkan kepada publik pada tahun 2013 lalu. Namun saham ini kembali membaik pada tahun 2018 dan mencapai nilai tertinggi yaitu sekitar USD47 (Rp663.029).



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id