Awas, Muncul Hoaks Perang Siber Antara Pendukung Paslon

    Cahyandaru Kuncorojati - 19 April 2019 14:42 WIB
    Awas, Muncul Hoaks Perang Siber Antara Pendukung Paslon
    Hoaks yang mengklaim terjadi perang siber antara pendukung paslon Pilpres 2019. (Facebook)
    Jakarta: Hoaks tetap masih meramaikan media sosial usai Pilpres 2019 yang dilakukan pada tanggal 17 April 2019.

    Salah satu hoaks yang paling kencang beredar adalah soal peretasan server milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kini, beredar hoaks terbaru yang menampilkan gambar palsu. Hoaks terbaru tersebut beredar di media sosial Facebook.

    Disebutkan bahwa tim siber pendukung pasangan calon nomor 02 yaitu Prabowo-Sandiaga tengah berperang melawan tim siber pasangan calon nomor 02 Jokowi-Maaruf.

    Unggahan yang dianggap hoaks tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Nining. Dalam unggahan, disertakan foto sebuah screenshot atau tangkapan layar yang memperlihatkan semacam instruksi bahasa komputer atau pemrograman.

    Sang pengunggah konten mengklaim, screenshot tersebut merupakan aktivitas perang siber. Medcom.id kemudian melakukan verifikasi dengan meminta analisis dari pengamat IT dan keamanan siber sekaligus pendiri Vaksincom, Alfons Tanujaya.

    Awas, Muncul Hoaks Perang Siber Antara Pendukung Paslon

    Gambar di atas adalah salah satu contoh hoaks yang beredar. Menekan Windows+R dan mengetikkan CMD adalah untuk membukan Command Prompt. Sementara perintah FORMAT C: berfungsi untuk memformat drive C, yang biasanya tempat sistem operasi komputer berada. 

    Melakukan "format" adalah mempersipakan partisi pada komputer untuk digunakan untuk sistem operasi. Biasanya, ketika Anda memformat sebuah partisi, maka semua data pada partisi itu akan hilang.

    Jika Anda melakukan apa yang diperintahkan pada gambar di atas, maka Anda akan menghapus semua data pada drive C, termasuk sistem operasi komputer Anda. Ini akan membuat komputer Anda tidak bisa digunakan, setidaknya sampai Anda memasang sistem operasi baru. 

    Alfons menyatakan unggahan tersebut merupakan hoaks . Screenshot yang bisa lihat pada gambar utama bukan aksi perang siber melainkan program perintah dalam sistem operasi Windows. Sementara screenshot sebelah kanan juga merupakan perintah untuk komputer, hanya saja, itu adalah perintah pada sistem operasi Linux.

    "Iya, itu proses di dalam sistem operasi (OS). Dua-duanya adalah Command Prompt atau konsol perintah teks di OS. Jadi ini sih penipuan tingkat anak TK," tutur Alfons. Menurutnya, orang awam dunia IT akan sangat mudah percaya hoaks ini.

    Alfons menyebut, fungsi command prompt adalah untuk mengakses konfigurasi sistem operasi di komputer. Penjelasan serupa Medcom.id temukan pada situs perusahaan komputer Dell. Command prompt digunakan untuk memberikan perintah kepada sistem operasi dalam bentuk teks.

    Beberapa masalah dalam komputer atau sistem operasi juga bisa diakses dan diselesaikan dengan Command Prompt. Jadi apakah Command Prompt merupakan aplikasi untuk meretas? Tentu saja tidak.

    "Butuh koneksi internet dan lebih dari sekadar Command Prompt untuk melakukan serangan siber atau meretas," tutur Alfons dan screenshot yang terbaca menurutnya bukan proses hacking. Setiap komputer dan laptop memiliki Command Prompt

    Pada screenshot di sisi kanan adalah Command Prompt di sistem oeprasi Linux. Diperlihatkan bahwa sedang terjadi proses unpacking data untuk proses pemasangan software.

    "Jadi masalah adalah penerima hoaks yang menerima mentah-mentah saja tanpa memeriksa fakta dibalik itu dan langsung memviralkan," tulis Alfons dalam percakapan WhatsApp kepada Medcom.id.



    (ELL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id