LINE Siapkan Teknologi Dukung Layanan Finansial dan Ecommerce

    Lufthi Anggraeni - 21 November 2019 20:57 WIB
    LINE Siapkan Teknologi Dukung Layanan Finansial dan Ecommerce
    LINE kian terfokus pada ranah finansial dan ecommerce yang telah menjadi salah satu fokus sejak 2018.
    Tokyo: LINE Developer Day 2019 tidak hanya menjadi ajang pertemuan dan berbagi ilmu LINE dengan pengembang dari berbagai dunia, terutama di wilayah Asia. Pada acara ini, LINE turut mengumumkan salah satu fokusnya pada ranah finansial dan e-commerce.

    “LINE telah mengembangkan berbagai teknologi secara antusias dan telah mempromosikan berbagai layanan di tahun 2019 ini. Tahun ini, kami sedikit bergeser ke arah layanan finansial dan e-commerce, setelah tahun lalu lebih kepada bitcoin,” ujar Chief Technology Officer LINE Corp Euivin Park.

    Park menyebut bahwa sistem finansial menjadi salah satu ranah yang telah difokuskan LINE sejak tahun 2018 lalu. LINE juga telah mengembangkan berbagai layanan seperti LINE Score dan LINE Pocket Money.

    LINE juga telah mulai mengoperasikan layanan transaksi dengan memanfaatkan mata uang virtual baru karyanya, bertajuk BITMAX, pada bulan September lalu, meski baru dapat digunakan oleh pengguna LINE di wilayah Jepang.

    Selain itu, fokus LINE di ranah finansial juga diwujudkan melalui layanan perbankan baru yang akan digulirkannya di wilayah Jepang dan Taiwan. Salah satu layanan finansial yang telah diluncurkan LINE adalah LINE Pay.

    Saat ini, LINE Pay telah digunakan oleh lebih dari 36 juta akun pengguna di Jepang, dan 48 juta secara global. Volume transaksi LINE Pay disebut Park lebih dari JPY1 triliun, diklaim sebagai peningkatan signifikan dan selaras dengan upayanya dalam mempromosikan gerakan masyarakat tanpa uang tunai.

    Pada ranah ecommerce, upaya LINE ditandai melalui peluncuran LINE Now secara eksklusif di Jepang, tidak lama setelah LINE mengumumkan kehadiran GET IT di wilayah Vietnam. LINE turut mengumumkan LINE Shopping di wilayah Thailand pada bulan Maret lalu.

    Selain itu, LINE mengaku berencana untuk memperkuat Online Arbitrage (OA) dari bisnis ecommerce, sehingga masyarakat yang tengah mengembangkan bisnis menggunakan LINE dapat mengembangkan bisnis mereka dengan lebih cepat.

    Sayangnya, LINE belum dapat memastikan kehadiran layanan finansial dan ecommerce karyanya ini untuk wilayah Indonesia. Sebagai informasi, Line Pay sebenarnya sudah beroperasi di Indonesia melalui kerja samanya dengan layanan e-cash milik Bank Mandiri.

    Namun layanan itu harus terhenti saat LinkAja, aplikasi pembayaran besutan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mulai beroperasi. Kala itu, LINE Indonesia menyebut penutupan layanan tersebut karena perusahaannya tengah mengembangkan teknologi finansial sendiri.



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id