Regulasi Pengendalian IMEI Mulai Diuji Coba pada Februari

    Lufthi Anggraeni - 24 Januari 2020 18:06 WIB
    Regulasi Pengendalian IMEI Mulai Diuji Coba pada Februari
    Kominfo mengumumkan rencana untuk melaksanakan uji coba regulasi pengendalian IMEI pada bulan Februari.
    Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika mengumumkan rencana untuk melaksanakan uji coba implementasi regulasi pengendalian IMEI pada bulan Februari tahun 2020 mendatang.
     
    Uji coba ini ditujukan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk mengetahui metode paling efektif terkait pengendalian IMEI ilegal. Sebagai informasi regulasi tersebut akan mulai berlaku pada bulan April tahun ini, sesuai jadwal yang sebelumnya telah ditentukan.
     
    Saat ini, Kominfo dan sejumlah pemangku kepentingan dilaporkan tengah terfokus dalam pelaksanaan uji coba yang juga ditujukan untuk mengetahui fungsi mesin Sistem Informasi Basis Database IMEI Nasional (SIBINA) dan Equipment Identity Register (EIR) operator dalam mengendalikan IMEI.
     
    Kominfo juga mengungkap bahwa akan melaksanakan rapat dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), operator seluler dan penyedia EIR.
     
    Selama proses uji coba berlangsung, Kominfo juga mengungkap bahwa operator seluler akan mendapatkan pinjaman mesin EIR dari penyedia mesin tersebut, meski akan ditarik kembali setelah proses uji coba selesai.
     
    Hal ini mengindikasikan bahwa operator seluler harus memiliki mesin EIR, sesuai dengan keputusan yang tertuang dalam Permen Kominfo No.11/2019. Sebagai informasi, sebagian besar operator seluler hingga saat ini belum memiliki mesin tersebut.
     
    Kominfo menyebut bahwa operator seluler seharusnya telah memiliki mesin ini sejak beberapa tahun lalu, saat perusahaannya mulai membangun jaringan telekomunikasi seluler. Agaknya, absennya mesin EIR dari daftar barang inventaris operator disebabkan karena mesin ini merupakan salah satu investasi yang tidak murah.
     
    Sebab untuk dapat membeli mesin EIR ini, operator seluler harus merogoh kocek mereka sebesar USD40 juta (Rp543,6 miliar). Tidak hanya operator seluler, pemberlakuan regulasi ini juga mengharuskan produsen smartphone untuk mengetahui sejumlah hal terkait dengan teknis, sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan.
     
    sejumlah hal teknis sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan. tersebut yaitu cara mendaftarkan ponsel di Kementerian Perdagangan selaku salah satu sektor yang menjalankan aturan IMEI.
     
    Produk, berupa smartphone, laptop, dan komputer tablet, wajib memenuhi persyaratan teknis sesuai Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 108 /M-Ind/PER/11/2012, serta didukung oleh permohonan sertifikat persyaratan teknis produk, dilengkapi Surat Pengantar Sertifikasi dari Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi.
     
    Produk juga wajib menjalankan pemeriksaan dokumen dan teknis melalui proses sertifikasi oleh Kominfo, melalui proses pengujian. Dan selain memenuhi persyaratan teknis, produk juga wajib melakukan permohonan pendaftaran Tanda Pendaftaran produk (TPP).



    (MMI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id